my banner link

Jumat, 06 November 2009

Mitos-mitos Menyesatkan Seputaran Fitness

Lihat gambar ukuran penuh
You think you know it, but you have no idea. Anda pikir sudah tahu banyak soal fitnes? Jangan-jangan yang Anda tahu hanya mitos saja? Atau justru banyak yang Anda tidak tahu? Cek dulu kebenaran mitos-mitos yang sering Anda dengar selama ini.

Mitos 1: No pain, no gain
Berlatih tidak harus menyakitkan untuk berhasil. Bahkan faktanya jika latihan menyakitkan tubuh, mungkin ada yang salah dengan metode latihan Anda. Rasa sakit dan nyeri pada pemula memang wajar, tetapi jika berkelanjutan maka artinya Anda berlatih terlalu keras. Rasa sakit pada otot yang terjadi lebih dari 48 jam setelah berlatih adalah peradangan dan kerusakan pada jaringan elastis yang mengelilingi serat otot. Beri waktu otot untuk beradaptasi dan jangan berlatih terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat atau Anda akan lebih beresiko cedera otot. Train smarter not harder!

Mitos 2: Terlalu banyak keringat ketika berlatih artinya tidak sehat
Keluarnya keringat ketika berlatih adalah pertanda bahwa tubuh telah beradaptasi dengan cepat untuk melepaskan panas dari tubuh. Pada saat yang sama, kelenjar keringat meningkatkan jumlah keringat di tubuh. Orang-orang yang aktif memproduksi keringat dalam jumlah yang lebih banyak daripada orang-orang yang pasif dan jarang berolahraga karena mereka yang aktif mempunyai sistem pendingin tubuh alami yang lebih efisien.

Mitos 3: Jika berhenti berlatih, maka otot akan berubah menjadi lemak
Lemak dan otot adalah dua jaringan yang berbeda. Lemak tidak akan bisa berubah menjadi otot dan begitu juga sebaliknya. Faktanya adalah, otot akan menyusut ketika Anda tidak berlatih, sementara Anda terus makan dengan porsi seperti pada saat latihan walaupun Anda sudah tidak berlatih. Hasilnya adalah kalori yang Anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh, sehingga tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.

Mitos 4: Jika sudah berlatih, boleh makan apa saja
Jika Anda ingin menebus pola makan yang amburadul dengan berlatih, maka Anda akan kecewa. Walaupun hal tersebut masih lebih baik daripada makan bebas dan tidak pernah berolahraga, tetapi melakukan olahraga tanpa pengaturan pola makan yang baik berarti Anda tidak akan mendapatkan hasil maksimal dari olahraga atau latihan yang Anda jalankan.

Mitos 5: Jika tidak berlatih keras dan sering, hanya buang-buang waktu
Hal itu tidak benar. Bahkan aktifitas berintensitas sedang seperti misalnya jalan kaki, jogging atau bersepeda beberapa kali dalam seminggu akan memberi Anda manfaat yang sangat besar. Berjalan sekitar 30 menit setiap hari akan sangat menyehatkan jantung Anda.

Mitos 6: Berlatih dapat menyembuhkan segala macam penyakit
Walaupun berlatih dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup Anda, namun tidak berarti berlatih akan menyembuhkan segala penyakit Anda. Malah setiap orang yang akan berlatih disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya untuk meminimalkan resiko cedera. Olahraga fisik secara reguler dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mengurangi hingga mencegah resiko berbagai penyakit mulai jantung, diabetes, penyakit sendi dan lain-lain. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Mitos 7: Latihan angkat beban akan membuat badan cewek berkembang dan berotot
Banyak wanita menghindari latihan angkat beban dengan alasan tersebut. Padahal kenyatannya, justru latihan angkat beban merupakan cara terbaik dan tercepat untuk membantu proses fat loss dan mengencangkan otot. Jumlah kandungan hormon pria dan wanita juga sangat berbeda. Wanita hanya memiliki sejumlah kecil hormon testosteron sehingga tidak akan mudah berotot seperti kaum pria.

Mitos 8: Terlalu banyak berlatih, semakin baik
Terlalu banyak berlatih hanya akan mengakibatkan satu hal pasti, yaitu overtraining. Kondisi overtraining dapat menyebabkan cedera, depresi dan mendatangkan penyakit (tingginya pelepasan radikal bebas). Sebaiknya Anda harus dapat menyeimbangkan antara latihan dan istirahat karena justru pada saat beristirahatlah massa otot Anda akan tumbuh.

source: sportindo / pict: portalsmag

Rabu, 04 November 2009

Wide-Grip Seated Cable Row

Persiapan
Duduklah pada alat mendayung dan genggamlah palangnya dengan pegangan kedua tangan selebar bahu dengan posisi lengan lurus ke depan. Tekuk sedikit lutut Anda dan biarkan punggung tegak lurus.

wide-grip_seated_cable_row_1.jpg

Gerakan
Tariklah palangnya ke arah perut bagian atas dan tekanlah otot lats Anda. Lalu pelan-pelan Anda kembalikan palangnya ke posisi semula. Membungkuklah sedikit ke depan untuk meluruskan otot lats Anda, namun jangan terlalu membungkuk agar Anda tidak melengkungkan punggung bawah.

wide-grip_seated_cable_row_2.jpg
source : sportindo

Hindari Bahaya Kegemukan


BANYAK orang kini mengalami kegemukan dan berakibat stres akibat tidak dapat mengontrol berat badannya. Menurut Dr Suyanto Yusuf
ada dua hal terkait dengan kegemukan yakni asupan makan berlebihan dan aktivitas fisik yang kurang. Saat ini, orang jarang melakukan kegiatan. Orang lebih banyak santai dan makan lebih banyak memilih fastfood.
Disamping asupan makanan berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik, faktor genetik juga berperan terhadap obesitas. Dari berbagai penelitian anak yang mengalami obesitas berasal dari keluarga yang obesitas. Bila kedua orang tuanya mengalami obesitas, sekitar 80 persen anak-anaknya mengalami hal yang sama. Sedangkan bila hanya salah satu orang tua, kemungkinan sekitar 40 persen.
Hal lain yang menjadi faktor resiko mengalami obesitas adalah faktor psikologis, kehamilan dan faktor usia. Selain itu, ada beberapa jenis obat yang bisa mengakibatkan peningkatan berat badan. Diantaranya golongan steroid (deksametason dan sejenisnya) dan obat mengatasi depresi (tricyclic antidepressant), serta akseptor KB. ”Ada beberapa kelainan tubuh juga bisa mengakibatkan obesitas. Misalnya penurunan fungsi kelenjar tiroid, peningkatan produksi hormone kelenjar adrenal, dan penyakit sindrom ovarium polikistik,”kata dokter Anto.
Lebih lanjut, Ketua STIKES Muhammadiyah Manado menjelaskan, sebaiknya yang harus waspadai, yaitu komplikasi dari obesitas, diantaranya pertama, Diabetes Tipe 2, karena tingginya kadar lemak dapat mengakibatkan tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Sehingga insulin tidak berfungsi normal, mengakibatkan diabetes (penyakit gula). Kedua, Tekanan Darah Tinggi. Para ahli menduga hal ini ada hubungannya dengan saraf dan hormone (neurohormonal) terjadi aktivasi sistem rennin-angiotensin aldosteron. Terjadi peningkatan komponen prokoagulan (yang mengakibatkan penyumbatan tekanan darah). Selain itu juga dapat merusak dinding pembuluh darah. Ketiga komplikasi dari obesitas yaitu, lemak tubuh abnormal. Karena tingginya kadar lemak mengakibatkan tingginya kadar lemak jahat (LDL), dan menurunnya kadar lemak baik (HDL) meningkatkan resiko arterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Kempat, Stroke dan penyakit Jantung Koroner (PJK). Akibat terjadinya arteosklerosis, maka terjadi peningkatan kemungkinan sumbatan pada pembuluh darah otak (mengakibatkan stroke), dan sumbatan pembuluh darah jantung (mengakibatkan PJK). Kelima, Osteoarthritis (pengapuran sendi). Akibat terlalu gemuk, maka beban sendi tubuh semakin berat, sehingga mengalami pengapuran meningkat. Keenam, Sleep Apnea. Terjadi hambatan aliran udara bagian atas pada saat tidur. Sehingga penderita mengalami henti nafas sesaat pada saat tidur, dan mengorok dengan berat. Akibatnya sering terbangun saat tidur malam, dan mengalami kelelahan saat bekerja siang harinya sebagian penderita ini adalah mereka yang overweight, sehingga leher membesar dan saluran napas menyempit. Ketujuh, Kanker. Ada beberapa jenis kanker yang memiliki korelasi dengan obesitas. Pada wanita, diantaranya kanker payudara, leher rahim, ovarium dan kandung empedu. Sedangkan pada pria obesitas diantaranya kanker usus besar dan prostate. Kedelapan, Perlemakan Hati. Disini terjadi penumpukan lemak pada hati. Mengakibatkan peradangan dan jaringan ikat pada hati, hingga mengakibatkan sirosis hati, penyakit hati yang sulit disembuhkan.
Sedangkan untuk yang terakhir yaitu Penyakit Kandung Empedu. Tingginya kadar kolesterol pada penderita obesitas bisa mengakibatkan penumpukan kolesterol tersebut pada kandung empedu. Sehingga resiko mengalami batu empedu meningkat. (cw-08/dl@)
source: mdopost.com (gbr.tambahan)

Kurus Bukan Berarti Tak Berlemak

Gambar MRI scan membuktikan bahwa orang yang berbadan kuruspun belum tentu terbebas dari lemak jahat. Beberapa dokter sekarang berpendapat bahwa lemak yang ada di dalam tubuh disekitar organ-organ vital seperti jatung, liver dan pankreas adalah sama berbahayanya dengan lemak yang terlihat di tubuh bagian luar yang menonjol di bawah kulit.

"Berbadan kurus bukan berarti Anda tidak berlemak," ungkap Dr. Jimmy Bell, seorang profesor bidang penggambaran molekuler di Imperial College, London. Sejak 1994, Dr. Bell dan timnya telah memindai lebih kurang 800 orang dengan mesin MRI untuk menemukan "pemetaan lemak" yang menunjukkan dimana letak orang menyimpan lemak di tubuhnya.

Menurut data-data yang ditemukan, orang-orang yang menjaga berat ideal tubuhnya dengan berdiet makanan namun tanpa berolahraga, cenderung memiliki timbunan lemak yang besar di dalam tubuhnya, bahkan meski mereka bertubuh langsing sekalipun. "Konsep keseluruhan tentang pengertian gemuk perlu dijelaskan ulang," ungkap Dr. Bell yang penelitiannya didanai oleh Britain's Medical Research Council (Dewan Penelitian Medis Inggris).

Tanpa adanya peringatan yang jelas, para dokter khawatir akan muncul asumsi salah dari orang-orang berbadan kurus yang merasa mereka sehat-sehat saja karena tidak kelebihan berat badan. Padahal keadaan bisa sebaliknya.

"Hanya karena mereka berbadan kurus tidak berarti mereka kebal dari bahaya penyakit diabetes atau faktor-faktor beresiko penyakit jantung," ungkap Dr. Louis Teichholz, kepala bidang kardiologi Rumah Sakit Hackensack di New Jersey, USA, yang tidak berperan serta dalam penelitian Dr. Bell.

Bahkan orang yang mempunyai skor BMI (Body Mass Index) normalpun bisa menunjukkan tingkat timbunan lemak yang mengejutkan di dalam tubuhnya. Pada para wanita yang di-scan oleh Dr. Bell dan timnya, sebanyak 45 persen dengan skor BMI yang normal ternyata memiliki tingkat lemak yang berlebih di dalam tubuhnya. Sementara untuk para pria, persentasenya mencapai 60 persen.

Berkaitan dengan istilah yang disebut Dr. Bell sebagai "thin outside, fat inside (TOFI)" (kurus di luar, gemuk di dalam), hasilnya benar-benar mengejutkan. "Semakin kurus orangnya justru hasilnya semakin mengejutkan," ungkapnya berkaitan dengan penemuan TOFI pada responden para model profesional yang bertubuh sangat kurus dan langsing.

Menurut Dr. Bell, orang-orang yang berlemak dalam organ-organ tubuhnya dapat berpotensi menjadi gemuk. Mereka terlalu banyak mengkonsumsi lemak, makanan berkadar gula tinggi dan jarang berolahraga. Tetapi mereka tidak makan terlalu banyak. Para ilmuwan meyakini bahwa kita secara alami menimbun lemak pada perut, tetapi pada kondisi tertentu, tubuh mulai menimbunnya di mana saja. Kebanyakan orang juga meyakini bahwa berbobot tubuh normal adalah indikator kesehatan yang baik. Apalagi skor BMI dianggap sebagai acuan ukuran yang dapat diandalkan.

"BMI tidak akan mengindikasikan letak lemak secara persis, tetapi lebih merupakan alat ukur tubuh secara klinis," kata Dr. Toni Steer, ahli nutrisi dari Dewan Penelitian Medis Inggris.

Para dokter tidak yakin secara persis akan bahaya timbunan lemak di dalam organ tubuh, tetapi sebagian dari mereka menduga kondisi tersebut dapat terkait dengan bahaya penyakit diabetes dan jantung. Teori mereka adalah lemak di dalam organ tubuh dapat mengganggu sistem kerja tubuh secara keseluruhan. Lemak yang menyelubungi organ internal dapat mengirimkan sinyal kimiawi yang salah untuk menimbun lemak dalam organ-organ seperti di liver atau pankreas. Kondisi ini pada akhirnya beresiko akan gangguan insulin, diabetes tipe 2 atau penyakit jantung.

Para ahli telah mengetahui bahwa orang-orang bertubuh gemuk yang aktif diketahui lebih sehat daripada mereka yang bertubuh lebih kurus namun kurang aktif. "Mereka yang berbobot normal namun kurang aktif dan fit beresiko lebih besar terhadap penyakit daripada mereka yang gemuk namun tetap aktif dan fit," kata Dr. Steven Blair, seorang ahli obesitas dari University of South Carolina, USA.

"Sebagai contoh mudahnya, seorang pegulat sumo yang gemuk memiliki riwayat metabolisme lebih baik daripada para penontonnya yang langsing dan hanya duduk diam menonton," tambah Dr. Blair. Hal itu karena lemak pada para pegulat itu umumnya tertimbun di bawah kulit dan tidak menyelubungi organ vital dan otot-otot mereka.

Namun kabar baiknya adalah lemak dalam organ tubuh dapat dibakar dengan berolahraga atau bahkan dengan memperbaiki cara diet Anda. "Meskipun tidak terlihat secara langsung, namun olahraga fisik dan pengaturan kalori dapat berpengaruh besar terhadap lemak internal," kata Dr. Bob Ross, seorang ahli obesitas dari Queen's University di Kanada.

Namun karena banyaknya faktor yang berpengaruh terhadap resiko penyakit jantung, Dr. Teichholz menyatakan sangat sulit untuk memastikan secara akurat akan bahaya dari timbunan lemak internal. "Obesitas merupakan salah satu faktor resikonya, namun masih tergolong rendah," tambahnya sambil mencontohkan bahwa riwayat penyakit di keluarga, tingkat kolesterol dan tingkat tekanan darah merupakan faktor yang lebih menentukan daripada lemak internal dan eksternal.

Kesimpulannya, kalau Anda ingin fit dan sehat, Dr. Bell menyarankan, "Jika Anda ingin terlihat kurus dan langsing, maka cukuplah berdiet saja. Tetapi jika Anda ingin benar-benar sehat, maka berolahraga harus menjadi bagian penting dari gaya hidup Anda."

kurus_bukan_berarti_tak_berlemak_detail.jpg


Keterangan foto:
Gambaran MRI scan ini dikeluarkan oleh Imperial College, London, yang menunjukkan tampilan rinci dimana lemak menyelubungi organ-organ vital tubuh manusia. Hasil tersebut didapat dari seorang pria bertubuh sedang dengan tinggi 190 cm, berat 79 Kg dan memiliki indeks normal 21,7. Lemak internal ditunjukkan berwarna kuning, lemak eksternal berwarna hijau dan otot berwarna merah.
source : sportindo

South Beach Diet 2


1. Pahami aturan dasar South Beach Diet (SBD)
Berbeda dari diet penurunan berat badan lainnya, SBD tidak membatasi asupan karbohidrat, protein, maupun lemak secara ketat. Kita tetap boleh makan tiga kali sehari (pagi, siang, malam); dengan tambahan dua kali selingan (menjelang siang dan sore), jika dikehendaki. Kita tidak perlu repot menakar makanan dan menghitung nilai kalorinya. Hanya saja, dalam SBD kita dianjurkan mengkonsumsi lemak “baik” dan karbohidrat ‘baik”.

Lemak ‘baik” adalah lemak tak jenuh yang mudah dicerna dan tidak mengakibatkan kenaikan kadar kolesterol darah. Contohnya minyak zaitun dan minyak canola (canola oil). Karbohidrat ‘baik” adlaah karbohidrat yang tidak menaikkan kadar gula darah secara cepat. Contohnya, beras merah, roti wholewheat. Karbohidrat jenis ini disebut memiliki indeks glikemik (IG) rendah. Nilai IG dibedakan atas tiga, yakni IG rendah (kurang dari 55), IG sedang (55-70) dan IG tinggi (lebih dari 70).

Apa hubungan antara karbohidrat “baik” dengan program penurunan berat badan? Karbohidrat “baik” tidak merangsang kelenjar pankreas memacu produksi hormon insulin, sehingga kadar gula darah relatif terjaga dan tidak berlebihan. Akibatnya, tidak ada kelebihan gula darah yang harus ditimbun menjadi lemak. Sebaliknya, lebih banyak timbunan lemak tubuh yang terkikis, karena dimanfaatkan sebagau sumber nergi.

SBD mengajarkan pada kita perlunya mengkonsumsi sumber karbohidrat “baik” dan memilih “baik, serta alami. Makanan olahana/intan dan bumbu instan dianjurkan dihindari.

SBD dibagi dalam tiga fase. Setiap fase memiliki aturan tersendiri.

2. Patuhi pola makan fase pertama
Fase ini merupakan tahap penurunan berat badan secara cepat, berlangsung selama 2 minggu (14 hari). Bisa diperpanjang hingga 4 minggu (28 hari), jika tubuh sanga tgemuk. Kalau disiplin dan sungguh-sungguh, dalam 2 minggu berat badan akan susut 4-7 kg.

Dalam fase ini hindari karbohidrat, termasuk karbohidrat “baik” sekalipun, kecuali sayuran. Namun sayuran dengan IG tinggi wajib dihindari, seperti wortel, jagung, kentang, bit, tomat. Buah segar dan jusnya harus dipantang. Gula harus dihindari, termasuk selai dan madu. Jika tak mudah meninggalkan rasa manis, bisa menggunakan pemanis alami pengganti gula yang memiliki IG rendah, yakni bubuk gula fruktosa.

Selama fase pertama kita hanya makan protein hewani dan sayuran. namun setiap hari harus ada sayuran mentah, speerti salad, karedok.

Pilih makanan hewani yang sedikit mengandung lemak seperti ayam bagian dada tanpa kulit. Hindari bagian sayap dan ekor, apalagi jeroan (ampela, usus, paru, dll). Pilih daging tanpa lemak, bukan sandung lamur, misalnya. Segala jenis ikan dan kerang dibolehkan, karena lemak ikan tergolong lemak “baik”. Telur dibolehkan, termasuk bagian kuningnya. Karena ikatan kimiawinya sudah diuraikan oleh mikroorganisme, sehingga lebih mudah dicerna, keju boleh dikonsumsi, tapi pilih yang rendah lemak atau tanpa lemak. Segala jenis susu, termasuk susu rendah lemak, tidak boleh dikonsumsi.

Gunakan minyak goreng sehat, yakni minyak canola (untuk menggoreng) dan minyak zaitun (untuk membuat salad dan menumis). Gunakan bumbu alami untuk memasak. Boleh makan kacang-kacangan (nuts) dalam jumlah terbatas, seperti kacang tanah (temrasuk bumbu pecel/gado-gado), kenari, kacang mete, almon, pistachio, pecan.

Setelah 2 minggu, kita beralih dengan pola makan fase kedua.

3. Jangan rakus di fase kedua
Fase kedua merupakan tahap penurunan berat badan secare perlahan-lahan. tak ada batasan waktu. Fase kedua dijalani hingga tercapai berat badan yang diidamkan. Selama fasekedua akan terjadi penysusutan berat badan 0,5 – 1 kg per minggu.

Pada fase ini boleh menyantap karbohidrat “baik” secara beratahap. Namun nasi putih wangi dan pulen dilarang! Nasi putih memacu produksi nsulin dan mudah menaikkan kadar gula darah, sehingga menghambat proses penyusutan timbunan lemak tubuh. Pilih beras merah atau beras putih tumbuk yang masih berkulit ari. Kacang-kacangan sebangsa kacang merah, kacang hijau, kedelai (tempe, tahu, susu kedelai tanpa gula), kacang tolo, dibolehkan.

Ketika fase ini dibolehkan makan nasi, kita mudah menjadi kalap makan nasi, karena sudah 2 minggu pantang nasi. Padahal, meskipun memiliki IG rendah, nasi beras merah jika dimakan berlebihan dapat menghambat pembakaran timbunan lemak. Jadi, makanlah nasi beras merah secukupnya.

Kita sudah boleh makan buah, kecuali buah-buahan yang memiliki IG tinggi seperti semangka, melon, leci, nanas, manisan buah kering (sultana, kismis, kurma\prune dll). Pilih buah dengan IG rendah seperti pepaya, stroberi. Lebih baik lagi buah yang dimakan bersama kulitnya atau kulit arinya, seperti pir, apel, anggur, belimbing, jeruk dan jumlahnya tidak dibatasi. Sama seperti fase pertama, gula, selai, dan madu tidak boleh. Yogurth polos rendah lemak (plain low-fat yoghurt) dibolehkan.

4. Jadikan pola makan sehat fase ketiga sebagai kebiasaan
Tak ada aturan khusus dalam fase ketiga ini, karena hanya melanjtukan pola makan fase kedua, tapi dengan sedikit kebebasan. Misalnya sesekali boleh mengonsumsi nasi beras putih yang wangi dan pulen atau gule (es krim). Pola makan fase ketiga ini merupakan pola makan sehat yang wajib dijalankan seumur hidup.

Yang harus diingat dari pola makan sehat seumur hidup ala SBD adalah:

  • Utamakan makanan sumber karbohidrat “baik” seperti beras merah, pasta/spageti yang whole wheat, kentang kukus/rebus. Hindari/batasi karbohidrat “jahat”, seperti nasi putih wangi dan pulen, kentang goreng (french fiers), kue-kue bergula (kue-kue basah manis, donat, tart).
  • GUnakan lemak sehat, khususnya minyak canola dan minyak zaitun. Pilih makanan sumber lemak “baik” seperti alpukat, almon, kacang mete, kenari. Namun walaupun sehat, bahan-bahan sumber lemak “baik” ini harus juga dibatasi, karena nilai kalorinya tinggi. Jauhi lemak “jahat” seperti margarin, mentega putih, dan makanan yang mengandung lemak “jahat” seperti gajih, daging berlemak, susu berlemak (whole milk), daging ayam ras bersama kulitnya, aneka cake dan kue kering.
  • Dahulukan beragam jenis ikan dan hasil laut lainnya (kerang, udang, cumi-cumi, kepiting, dll). sebagai sumber protein hewani. Telur dapat pula dijadwalkan sebagai sumber protein hewani. Sebagai pelengkap, pilih daging atau ayam tanpa lemak.
  • Prioritaskan konsumsi sayuran. Wortel mentah sebaiknya dikonsumsi terbatas, karena memiliki IG tinggi. Setelah dimasak, wortel boleh dimakan lebih banyak, karena nilai IG-nya sudah menurun drastis. Santap sayuran mentah setiap hari, bisa berupa salad, karedok, lalap dan atau jus sayuran.
  • Santap buah setiap hari. Utamakan buah yang dimakan bersama kulitnya, karena dijamin memiliki IG rendah. Buah disarankan tidak dikonsumsi bersamaan dengan atau segera sesudah menyantap makanan utama.
  • Jangan tinggalkan kacang-kacnagan, seperti kacang merah, kacang hijau, kacang tolo, kedelai (tempe, tahu, susu kedelai tanpa gula) sebagai sumber protein, vitamin, mineral, dan serat.
  • Lupakan makanan olahan/kalengan/botolan/isntan, karena kaya beragam food additives sintetis yang meracuni tubuh. Singkirkan “bumbu penyedap” (MSG). Utamakan memanfaatkan bumbu-bumbu dapur dan bahan-bahan alami seperti daun suji (pewarna), daun pandan (pewangi).
5. Cermat menyusun menu bergizi dan bervariasi
Jangan merasa dibatasi oleh aturan. Bersikaplah kreatif. Menu makanan selalu bisa disesuaikan dengan ketersediaan bahan-bahan makanan lokal yang ada di daerah kita. Jangan terpaku pada bahan makanan yang terdapat di pasar swalayan.(Majalah Nirmala, maret 2005)

South Beach Diet 1


Apakah itu ?
Disebut SBD karena memang Agatson berasal dari Miami Florida, sebuah kawasan yang identik dengan pantai indah, fashion, makan enak dan wanita-wanita cantik seperti dalam serial Baywatch. Awalnya, Agatston membuat diet ini untuk kepentingan para pasien penyakit jantungnya. Namun ternyata diet yang diberikan juga berhasil menurunkan berat badan para pasiennya sampai 6 kg dalam waktu 2 minggu. Alhasil, orang pun berbondong-bondong ikut mempraktekkannya.

Alasan awal Agatston untuk membuat diet ini karena dia melihat cara tradisional menurunkan berat badan, baik dengan mengurangi makanan berlemak atau mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat seringkali tidak berhasil. la pun kemudian menciptakan diet sendiri, yang menekankan pada pengurangan konsumsi karbohidrat. Karena menurut Agatston, umumnya kelebihan berat badan disebabkan oleh konsumsi karbohidrat yang berlebihan, yang akan meningkatkan kadar gula darah. Gaya dietnya disebut-sebut mengkopi Diet Atkins karena keduanya sama-sama membatasi asupan karbohidrat dan menyarankan konsumsi protein dan lemak.

Walau tak keberatan dibanding-bandingkan dengan Atkins, namun nyatanya memang ada perbedaan mendasar di antara keduanya. Agatston menyarankan pengikutnya untuk menjauhi lemak jenuh dan menyarankan untuk mengkonsumsi lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan asam lemak omega 3 yang ditemukan pada ikan. Hal yang tidak dilakukan oleh Atkins.

Secara garis besar South Beach Diet dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap yang paling ketat, berlangsung selama dua minggu. Lumayan berat, tapi kalau Anda disiplin menjalankannya, Agatston menjanjikan diet ini bisa menurunkan berat badan hingga 6,5 kg. Anda diperbolehkan mengkonsumsi banyak sayuran, daging, kacang-kacangan, keju dan telur. Namun untuk sementara Anda harus say goodbye pada makanan yang kadar gulanya tinggi dan berlemak, seperti roti, nasi, kentang, pasta, mie atau makanan dari tepung yang digoreng, gula, permen, atau buah yang manis.

Menurut Agatston, tahap ini dimaksudkan untuk menghilangkan kebiasaan Anda mengkonsumsi karbohidrat atau makanan manis secara berlebihan. Dengan cara ini, menurutnya, keingman Anda untuk mencicipi makanan yang serba manis akan hilang perlahanlahan. Berat badan Anda pun akan akan turun lumayan banyak, kira-kira 4.6 kg. dan kebanyakan bobot tubuh yang hilang berasal dari lemak yang menumpuk di perut.

Walau terkesan berat, sebenarnya pada tahap ini anda tak perlu takut akan merasa kelaparan. Anda tetap dapat makan 3 kali sehari dengan porsi cukup. Bahkan anda masih boleh makan snack di pagi dan sore hari, asalkan makanan yang dikonsumsi tidak berlebihan atau menyalahi aturan dasar. Juga tidak ada larangan untuk minum kopi dan teh. Anda pun masih masih bisa menyantap makanan pencuci mulut setelah makan malam.

Pada tahapan yang kedua, anda dapat lebih leluasa mengkonsumsi berbagai jenis makanan. Tapai semua tetap dalam porsi wajar. Apabila anda suka nasi, anda boleh kembali memakannya. Begitu juga denga buah-buahan. Anda bahkan boleh makan coklat, walau tentu saja anda harus memilih jenis coklat yang tidak terlalu menggemukan, seperti misalnya dark chocolate, tanpa tambahan kacang dan caramel.

Di tahap ini, berat badan Anda akan terus mengalami penurunan, yaitu sekitar 0,5-1 kg seminggu. Lama tahap ini tergantung pada jumlah penurunan berat badan yang Anda mginkan. Apabila telah tercapai, Anda bisa langsung masuk ke tahap 3. yang merupakan tahap terakhir dan paling liberal dalam diet ini, Tahap ke 3 hanya dimaksudkan untuk menjaga berat badan Anda selalu pada posisi ideal, karena Anda dianggap akan terus menjalaninya selama seumur hidup. Kendati mungkin bisa saja terjadi ada saat Anda sedikit terlena atau bosan setelah menjalaninya bertahun-tahun, Anda tetap bisa kembali mengulangi tahap 1 Selama 2 minggu. Lalu, Anda pun bisa melanjutkan
ke tahap 3.

Yang dijanjikan
Dengan diet ini Anda tetap bisa makan enak, tapi berat badan Anda akan terus turun. Diet ini juga akan meningkatkan kesehatan jantung sekaligus mengurangi lingkar pinggang hanya dengan sedikit ketekunan. Agatston mengatakan bobot Anda akan menyusut antara 4-6.5 dalam 2 minggu pertama. Setelah itu, Anda dapat kembali menurunkannya sebanyak 1 kg setiap minggunya, begitu terus sampai Anda mencapai bobot ideal. Diet ini pun membuat keinginan Anda untuk mengunyah makanan manis dan kaya karbohidrat akan menghilang dengan sendirinya.

Dapatkah berhasil?
Diet ini tampaknya mendukung ide-ide penurunan berat badan yang pernah dicoba, misalnya mengurangi kelebihan gula, makanan yang diproses serta konsumsi daging tanpa lemak. Menurut para ahli nutrisi konvensional, sebenarnya keberhasilan Anda menurunkan berat badan dengan menggunakan diet ini adalah karena diet ini rendah kalori, bukan karena Anda mengurangi konsumsi karbohidrat.

Namun Down Jackson, ahli gizi dari American Dietetic Association mengatakan kalau diet ini sungguh dapat membantu orang menurunkan berat badan, dan sebagai tambahannya membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, risiko serangan jantung, kanker dan penyakit kronis lainnya. Ini dikarenakan diet ini kaya akan minyak ikan, serat dan antioksidan, serta kaya akan ’lemak baik’ seperti monounsaturated fat, dan rendah lemak jahat seperti trans fat atau hydrogenated oil. Jackson mengatakan kalau ia merekomendasikan menu pada tahap 2 dan 3 karena kaya akan gandum, protein dan dairy product rendah lemak, serta sayur dan buah.

Kekurangan?
Kekurangan utama adalah karena mayoritas makanannya berasal dari daging dan dairy product, sehingga hanya ada sedikit pilihan bila Anda alergi pada susu atau seorang vegetarian. Pada tahap awal akan terjadi penurunan berat badan yang cukup signifikan. Tapi hal tersebut bisa saja disebabkan oleh hilangnya cairan akibat pembatasan konsumsi karbohidrat, dan ini bisa beresiko naiknya kembali berat badan Anda nantinya, yaitu pada saat Anda kembali makan karbohidrat.

Kendati diet ini juga menyarankan olahraga sebagai bagian suksesnya program penurunan berat badan, namun program ini hanya menyediakan informasi dan petuniuk yang terbatas mengenai aktivitas yang bisa dilakukan. "Seharusnya porsi untuk olahraga diperbanyak," kata Dawn.

Agar berhasil untuk Anda
Untuk penurunan berat badan yang perlahan-lahan dan aman, mulailah tahap ke 2 seminggu lebih dini, atau dari awal, walaupun Anda akan mengalami penurunan berat badan hanya 0,5-1 kg saja. Kombinasikan program diet ini dengan olahraga untuk meningkatkan kekuatan otot dan membantu penurunan berat badan, sekaligus mendapatkan keuntungan kesehatan lainnya.

source: jadilangsing

Senin, 02 November 2009

Negeri Para Bedebah


Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Adhie Massardi
(picture source : efendirizal.wordpress.com)