my banner link

Sabtu, 14 November 2009

Foto Djokdjakarta Tempo Doeloe

Anda pernah hidup di yogya..? sebagai warga asli atau pernah kuliah atau sekolah di yogya.
Foto2 berikut akan membawa memory anda ke sebuah kota klasik bernama Yogyakarta...mungkin ini bukan gambar-gambar era anda tetapi masa eyang atau kakek buyut anda, tetapi setidaknya akan membawa anda melayang sejenak ke Yogyakarta..tentunya bersama memori2 indah anda...

Selamat melayang sejenak...




Gadis pemetik padi (1935); Dolanan anak ular2an (1914an)



Dolanan anak: dakon; Sluku-sluku bathok (1935)



Bocah jogja; Main kartu



Perlakuan terhadap padi; Jualan dipinggir jalan



Perempuan sedang alu padi; Jual jajanan keliling



Susahnya memakai destar (ikat kepala); Perempuan pemijat



Alun-alun Kidul (1920); Ringin kurung di Alun-alun Lor (1888)



Masjid Agung Kauman (1888; Masjid Agung Kauman (1925)



Gunungan Putri (1888) dan Gamelan Kyai Naga (1888)



Alun-alun Lor (1980an); Pagelaran Keraton (1980an)



Siti Hinggil (1935); Batu Gilang dan Batu Gateng Kotagede



Senisono (1915); Tamansari (1935)



Tamansari (1881)


Kanal air depan benteng Vredesburg (1920); Benteng Vredesburg (1970)



Pasar Ngasem dan Plengkung Ngasem (1809)



Pacinan (1910) dan (1925)



BNI 46 (1925); Kantor Pos Besar (1955)



Hotal Jogja (sekarang Garuda) (1941); Ngejaman (1957)



Malioboro (1936) dan (1949)



Kedaton Plered (1928); Museum Sana Budaya (1939)



Pasar Beringharjo (1910); Toko Oen (1936)



Gedung Agung (1939); Gedung DPRD (1950)



Jl. KH Ahmad Dahlan (1930); Gedung Societet (1941)



Jl. Senopati (1895); Gereja Kotabaru (1937)



Jl. Surotomo (1895); Kampung Djogonegaran (1920)



Tugu Jogja (1928); Gondolayu (1937)



Sekolah untuk bangsa Jawa; Susteran (1935)



RS Mata Dr. Yap (1937) dan Kampus UGM (1956)



Stasiun Tugu (1887; Kaliurang (1939)



Candi Prambanan (1914)



Kyai Djetayu; Kyai Coupe Driekwart (1900)



Kyai Bedoyo Permili; Kereta Jenasah (1910)
Prajurit Keraton
(Para simbah-simbah sedang latihan baris berbaris ala Prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat)




Pejoeang Kemerdekaan
(Laskar Pejuang Rakyat)



source : wahdannef,deathnote.

CCTV Seputaran Jakarta

Anda warga Jakarta dan sekitarnya...? tentu terbiasa dengan kemacetan..mungkin kemacetan sudah menjadi sebagian dari iman anda.. hahaha...ini ada link CCTV untuk menghindari kemacetan, silahkan mencoba..:

Kamis, 12 November 2009

Melihat Yogya via CCTV Telkom

Lihat gambar ukuran penuh

Terkadang dibeberapa tempat, kita sering melihat CCTV mejeng diatas kepala kita. Suatu ketika saya lagi jalan-jalan ma temen ke AMPLAS(Ambarrukmo Plaza), eh di atas counternya flexi ada sebuah CCTV mejeng. Dan beberapa CCTV dari Telkom tersebut bisa kita akses melalui web browse. Saya tidak tau tepatnya CCTV tersebut bersifat privacy atau fasilitas umum yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Disuatu sisi CCTV ini berfungsi sebagai media keamanan, tapi terkadang CCTV ini disalah gunakan oleh beberapa oknum.

Tapi terkadang CCTV ada jg yang bersifat offline (jaringan lokal) ada juga yang bersifat online. Ketika kita ingin mengakses CCTV yang bersifat online, kita harus tau alamat IP dari CCTV tersebut.

Berikut list IP CCTV Telkom yang tersebut di Yogyakarta, info ini saya dapat dari temen temennya saya yang bekerja di telkom. Saya minta maaf jika leecher.

Silahkan klik alamat IP berikut :

http://125.163.242.71/ (amplas atas counter flexi)
http://125.163.242.191/ (malioboro, depan malioboro mall)
http://125.163.249.17/ (trikora depan kraton)
http://125.163.249.66/ (candi prambanan)

setelah masuk pada alamat tersebut, masuk pada bagian tab SINGLE untuk mengakses sebuah CCTV, dan tab MULTI untuk melihat beberapa record CCTV.

Selamat mencoba buat obat kangen Djokdja..!!

source: latif_ilkom (uad.ac.id)

Senin, 09 November 2009

Tips memilih susu kemasan di supermarket

Lihat gambar ukuran penuh
Apakah susu kemasan yang Anda beli di supermarket atau swalayan rasanya seperti kardus basah ketika diminum? Jika iya, maka itu adalah akibat cahaya terang pada ruangan tempat rak susu di supermarket atau swalayan.

"Susu dengan kemasan transparan atau semi-transparan yang diletakkan dalam jarak beberapa inchi dari lampu pijar neon (fluorescent) atau lampu TL biasanya akan mempuyai rasa seperti teroksidasi dalam 2 sampai 4 jam dan akan berasa lebih buruk lagi dalam 12 jam," kata Prof. Robert Marshall, professor ilmu pengetahuan makanan dari University of Missouri, Amerika Serikat.

Cahaya terang lampu pijar neon atau TL yang menyinari kemasan susu akan menyebabkan kerusakan rasa susu karena oksidasinya. Para ahli makanan biasa menyebutnya dengan istilah "hangus". Semakin dekat dan lama sebuah kemasan susu tersebut terkena sumber cahaya terang, maka semakin parah pula tingkat kerusakan rasanya, tambah Prof. Marshall dalam sebuah pernyataan resminya.

Meskipun oksidasi akibat cahaya terang tersebut hanya berpengaruh kecil merusak nilai nutrisi susunya dan tidak menyebabkan tumbuhnya bakteri, namun cahaya pijar tersebut akan menon-aktifkan riboflavin (Vitamin B2) dan asam ascorbic (Vitamin C). Secara keseluruhan susu hanya akan sedikit rusak karena kandungan lemaknya yang tinggi yang mampu menghalangi panjangnya gelombang dari luar yang merusak.

Susu dalam kemasan botol kaca bening akan lebih cepat mengalami kerusakan daripada susu dalam kemasan botol plastik transaran atau semi-transparan, sedangkan karton kardus buram justru akan mampu menghalangi pengaruh negatif cahaya pijar tersebut.

Jadi menurut Prof. Marshall, kalau Anda ingin membeli susu dalam kemasan, pilihlah kemasan yang berada di barisan paling dalam dan belakang pada raknya. "Ambillah yang berada pada barisan belakang yang gelap, jangan pernah memilih yang berada di barisan depan," tambah Prof. Marshall.
source: sportindo.