my banner link

Sabtu, 03 Oktober 2009

Mitsubishi Pajero Sport untuk Menyaingi Fortuner

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu andalan Mitsubishi di segmen SUV dan sudah sangat dikenal di arena reli padang pasir, Pajero, hari ini resmi diluncurkan di Indonesia. Peluncuran dilakukan di hotel Ritz-Carlton, Jakarta. Selain dihadiri Presdir PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Fumio Kuwayama, juga ada utusan dari Mitsubishi Motor Corporation, prinsipal mereka dari Jepang.

Tiga varian yang ditawarkan adalah Exceed AT 4 x 4 atau 4WD (four wheel drive) dengan harga on the road (masih perkiraan) untuk Jabodetabek, Rp 445 juta. Versi manualnya, dengan label GLX 4 x 4 ini dijual seharga Rp 404 juta. Harga terbawah, Rp 370 juta, adalah versi Exceed 4 x 2 dengan transmisi otomatik.

Menurut Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran KTB, jauhnya perbedaan harga (Rp 75 juta) antara versi 4 x 4 dengan 4 x 2 disebabkan oleh pajak.

“Kalau pajaknya sama, perbedaannya tidak sebesar itu,” ujarnya. Meski begitu, kenyataannya, antara Pajero Sport transmisi otomatik dengan manual, perbedaannya masih cukup tinggi, yaitu Rp 41 juta.

Kendati baru diluncurkan hari ini, perkenalan kepada media sudah dilakukan akhir bulan lalu. Hasilnya, sampai sekarang, yaitu untuk Agustus-September, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors telah mendapatkan pesanan 250 unit.

Kozo Shiragi, COO (Chief Officer Operation) dan Senior Wakil Presiden Mitsubishi Motor Corp, Jepang, mengharapkan perwakilannya di Indonesia bisa menjual 500 Pajero Sport ini sampai akhir tahun. Komposisinya, 25 persen untuk versi 4 x 4, dan 75 persen varian 4 x 2.

Dijelaskan pula, versi 4WD untuk off-roader atau mereka yang bekerja di pertambangan. Mereka yang lebih sering berkendara di dalam kota cenderung memilih versi 4 x 2. “Bukan saja karena harganya lebih murah, konsumsi bahan bakarnya juga lebih irit dibandingkan dengan 4 x 4,” ujar Rizwan.

Semua varian Pajero Sport ini mengandalkan mesin diesel DI-D, common rail, DOHC, 2,5 liter, turbocharger dengan intercooler. Tenaga yang dihasilkan 136 PS @3.500 rpm dan torsi 32 kgm (314 Nm) @2.000 rpm.

Dari segi penampilan, Pajero Sport ini sangat berbeda dari pendahulunya. Wajahnya kombinasi antara Pajero dan saudaranya yang juga sangat dikenal di Indonesia, yaitu Strada Triton. Mitsubishi menggolongkannya sebagai SUV keluarga. Pasalnya, mobil tersebut bisa memuat 7 penumpang dengan 3 deret tempat duduk.

Menurut Kazuhiro Notani, Project Manager RV Product Mitsubishi Motor Corp, Pajero Sport ini dikembangkan dari berbagai DNA produk Mitsubishi lain. Selain Pajero sendiri (sport dan massal), juga diambil dari Lancer Evolution (sport dan produk massal), Strada Triton, dan Grandis.

Inilah yang menyebabkan penampilan mobil menjadi perpaduan antara Strada dan Pejero sebelumnya. Adapun interior, termasuk mewah, diambil dari Grandis.

Dalam presentasinya, Mitsubishi membandingkan Pajero ini dengan Toyota Fortuner. Sistem operasional 2WD ke 4WD atau sebaliknya bisa dioperasikan saat kendaraan dikebut pada kecepatan 100 km/jam.

Fitur lainnya adalah ABS dan EBD. Sistem 4 x 4-nya dilengkapi dengan hybrid limitied slip differential (LSD) yang dikombinasikan dengan viscous coupling unit (VCU). Menurut Mitsubishi, fitur terakhir ini dirancang khusus dengan ABS yang mereka gunakan. Tujuannya, untuk mencegah ban kehilangan traksi bila satu menggelinding di permukaan yang licin.

Dimensi Pajero Sport


4WD
2WD

Exceed
Otomaik
GLX Manual
Exceed
Otomatik
Panjang
4.695


Lebar
1.815


Tinggi
1.840
1.800
1.840
Jarak sumbu roda
2.800


Jarak pijak depan
1.520


Jarak pijak belakang
1.515


Celah terendah
215


Berat kendaraan
2.055
2.045
1.945
Berat dengan beban
2.710
2.710
2.650

Jumat, 02 Oktober 2009

Batik...yes we wear...yes we proud !!!

Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. UNESCO menunjuk batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya manusia pada 2 Oktober 2009.

Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis batik

  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

Salah Diet....Penyakit Muncul...

Perempuan sering salah kaprah mengartikan diet. Banyak yang beranggapan, cara ampuh untuk menurunkan berat badan adalah lewat diet yang diartikan sebagai "puasa" atau mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Asumsinya, dengan mengurangi jumlah asupan makanan sebanyak mungkin, akan mempercepat penurunan berat badan menuju berat yang diinginkan.

Detail Dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK menjelaskan, pengertian diet tidaklah sesederhana itu. "Diet sebenarnya mempunyai arti kombinasi makanan dan minuman di dalam hidangan makan yang dikonsumsi sehari-hari. Jadi, mengatur makan dengan pola yang sehat," papar spesialis gizi klinik dari RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta.

Ada begitu banyak metoda berdiet untuk menurunkan berat badan yang tersedia. Dari the Atkins Diet (diet rendah karbohidrat), the Cabbage Soup Diet, the Grapefruit Diet, the South Beach Diet, the Balance Diet, dan lain-lain. Dari sekian jenis diet, Lucia menilai, yang terbukti terbaik adalah balance diet atau diet gizi seimbang. "Diet seimbang memberikan gizi seimbang yang diperlukan tubuh dan memenuhi kebutuhan metabolisme normal."

Diet yang benar, lanjut Luciana, adalah tetap mengonsumsi makanan dengan komposisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang. "Tentu saja dengan total kalori yang lebih rendah dari yang biasa dikonsumsi, sehingga tubuh akan menggunakan simpanan energi tubuh, yaitu lemak tubuh, baik yang berlokasi di bawah kulit maupun yang berada di dalam tubuh (lemak viseral). Dengan hilangnya massa lemak tubuh, maka akan terjadi penurunan berat badan," terang dokter yang juga mengajar di FKUI-RSCM ini.

Analisis Asupan
Luciana mengingatkan, diet untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan karbohidrat atau lemak tidak begitu saja dapat dilakukan. "Mengurangi salah satu makronutrien (karbohidrat atau lemak, misalnya) harus disesuaikan dengan asupan sehari-hari," sarannya.

Luciana mencontohkan, mengurangi asupan lemak pada orang yang konsumsi lemaknya sehari-hari tinggi karena hobi makan kerupuk dan cemilan goreng, pasti hasilnya bagus, berat badan bisa turun. "Tapi, pada orang yang sama, jika karbohidratnya yang dikurangi, maka dietnya menjadi tidak seimbang. Berat badan juga belum tentu turun, tergantung kalori total yang dikonsumsi atau dikurangi. Demikian juga sebaliknya, jika riwayat asupan sehari-hari konsumsi karbohidrat yang tinggi, untuk mengurangi berat badan ya harus mengurangi asupan karbohidratnya."

Yang harus diketahui, menerapkan metode diet yang salah dapat mengakibatkan target menghilangkan massa lemak tubuh tidak tercapai. "Ini karena penurunan berat badan bukan diakibatkan hilangnya massa lemak, melainkan cairan tubuh atau massa otot."

Memilih jenis diet juga harus disesuaikan dengan keadaan tubuh. Misalnya, jenis diet yang menganjurkan konsumsi tinggi protein kurang menguntungkan bagi orang tua, karena fungsi ginjal orang tua biasanya sudah mulai menurun. "Ditambah lagi jika ada gangguan ginjal yang menyertai." Contoh lain, diet sangat rendah kalori justru akan mengganggu aktivitas fisik orang yang bekerja, karena dengan konsumsi sangat rendah kalori, kebutuhan tubuh tidak akan tercukupi. "Akibatnya, tubuh jadi kurang segar dan malah tidak bisa berkonsentrasi."

Idealnya, lanjut Luciana, jika ingin menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan, harus dilakukan analisis asupan dulu. Dengan analisis asupan, makanan yang dikonsumsi sehari-hari dihitung. Dari penilaian tersebut akan tampak kalori dan komposisi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Baru kemudian diatur dengan pedoman kebiasaan makan sehari-hari.

Sumber : TabloidNova

Jumat, 25 September 2009

Hula Hoops: From Child's Play to Real Exercise

HoopGirl at China BeachTo get in shape for her October wedding, Dawn-Samantha Cahill, 25, a production coordinator in New York City, tried every exercise routine she could think of. But the upended positions that yoga required made her feel self-conscious. Running on a treadmill was a bore. And lifting weights was just too difficult. Frustrated, Cahill started overeating instead of exercising, and her weight, on a petite, 5-ft. 2-in. frame, ballooned to 212 lb.

Cahill was nearly ready to give up, until one day last spring, she discovered a video on YouTube about hula-hooping. "The woman in the video was so sexy, and the moves she was making with a hula hoop were so cool," Cahill says. "Normally, watching a gorgeous woman like this would make me feel bad. Instead, I wanted to imitate her."

The woman with the rock-hard body and come-hither hula hoop was Christabel Zamor, author of Hooping: A Revolutionary Fitness Program and founder and CEO of San Francisco based HoopGirl Inc., which offers instructional hooping videos and classes. Inspired by Zamor, Cahill started waking up at 3:15 each morning to clear the furniture from the middle of her living room and hoop to tunes by Beyoncé and Lady Gaga for 45 min. before work. In five months, she lost 46 lb., dropping from a size 20 to a comfortable size 12. "I finally found an exercise that I could do every day because I felt like I wasn't exercising at all," says Cahill, who eventually ventured out of her living room and into scheduled hooping classes in New York City. "I was just having fun."

It might have ended up as just another passing fitness fad, but hula-hooping appears to have caught on and stuck. Zamor's HoopGirl began selling weighted, adult-size hoops in 2001, and other companies, including Los Angeles-based Hoopnotica, were founded soon after. Since then, the activity has gained thousands of followers worldwide. Hoopnotica's sales have more than quintupled over the past three years, according to co-founder Keaton Koechli, while HoopGirl's teacher-training program has grown from 24 instructors to more than 350 in 13 countries. Classes in the U.S. are typically offered in private studios, though Crunch gym members in Los Angeles can now take Hula Hoop Pilates. Enthusiasts also form their own organized hooping clubs like the Bay Area Hoopers, whose founder edits the online magazine Hooping.org — or coordinate frequent impromptu "meetups" in public parks and recreation centers. A recent group-hoop took place during the Race for the Cure in New York City, in which members hooped while walking three miles to raise money for breast-cancer research.
The initial appeal of hooping is that it's fun, but its lasting value is that it works. An hour of intense hooping can burn as many calories as an hour-long run on a treadmill. Exercisers can get a full-body workout with moves like HoopGirl's "pulse," which stimulates the entire core; the "limbo," which targets the back and thighs; and the "Wild West," which helps tone biceps and triceps. "Anything that gets people off the couch and burning calories is a good thing," says Pete McCall, an exercise physiologist for the American Council on Exercise. "Hooping can be a good way to mix up your routine and keep it from being boring."

You don't have to be rhythmically gifted to succeed either. Zamor says she was an overweight graduate student who spent most of her time tied to a computer at a desk before rediscovering the hula hoop at a music-and-arts festival in Los Angeles. "When I got my hoop, I was not a natural," says Zamor, who can now twirl a hoop on virtually every body part, "but I kept practicing and realized that it was something that can be self-taught, even for people who have never hooped in their lives." What's more, says Zamor, hooping cut her stress levels, helped her drop three pant sizes and introduced her to hundreds of people she would never have otherwise met. "I found that I touched a nerve in my community — hundreds of people reached out to me for instruction," she says.

As for Cahill, she'll be packing the collapsible travel hoop she received as a wedding gift to take with her on her honeymoon. And she has lost so much weight that she had to buy an entirely new gown just three months before her wedding day. "It's the best problem a bride could run into," says Cahill, "and I owe it all to hooping."(

By Catherine Sharick,http://www.time.com.)

Kamis, 24 September 2009

Telur asin bakar empat aroma...

20090923123413_pengolahan-telur-aroma.jpgTelur asin bakar dengan rasa 4 aroma? Pastinya Anda akan terheran-heran mendengar nama telur tersebut.

Biasanya, yang ada telur asin yang baunya amis ketika didekatkan pada hidung. Nah, telur asin bakar yang satu ini ternyata punya keistimewaan tersendiri. Dari aroma jahe, bawang, cabai, serta susu yang dipancarkannya, terbukti mampu menghilangkan kejenuhan yang merasakannya.

Inilah inovasi baru yang dikembangkan oleh 5 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Mulyadi, Kareka Ananda, Agus Suratno, Asri Kusumaning M, serta Alianningsih. Mulyadi, ketua pelaksana kegiatan mengaku mendapatkan ide tersebut dari banyaknya permintaan konsumen khususnya di kalangan mahasiswa terhadap telur yang digunakan sebagai sumber pangan mereka.

Kepada Harian Jogja dirinya mengaku, meningkatnya kebutuhan pangan mahasiswa ternyata harus bertabrakan dengan tingginya ke butuhan yang lain seperti untuk biaya pendidikan ataupun hidup.

“Mahasiswa cenderung memilih sumber pangan yang praktis, bergizi, dan higienis. Telur salah satunya. Karena itulah, kami mencoba membuka peluang usaha baru yaitu dengan membuat telur asin bakar dengan berbagai aroma. Dengan aroma yang beraneka rasa tersebut, mahasiswa pun tidak akan mencium bau amis yang biasanya dihasilkan dari telur itu sendiri,” papar Mulyadi.

Mulyadi melanjutkan, dipilihnya telur asin dalam inovasinya tersebut dikarenakan karena olah an telur itik tersebut terbukti memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari telur lainnya. Dirinya menyebutkan, kandungan kalsium telur asin meningkat 2,5 kali setelah pengasinan. “Tingginya nilai gizi dan rasa yang khas menyebabkan telur asin banyak diminati masyarakat,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai proses pembuatannya, Mulyadi memaparkan. Awalnya, telur asin berkualitas dengan warna cangkang hijau muda dipilihnya. Setelah itu, telur itik tersebut akan diamplas agar pori-pori cangkang ter buka. Sembari mengamplas, katanya, ekstrak aroma mulai dibuatnya.

Ekstrak beraroma jahe, bawang, cabai, serta sup dibuat dengan memblender terlebih dahulu bahan-bahan tersebut, tentunya ditambah dengan bumbu lain seperti garam dan merica. Setelah ekstrak aroma ini selesai, akan dicampurkan ke dalam ember tertutup yang berisi adonan garam yang telah dicampur dengan batu bata halus.

“Setiap ember akan ditandai, A untuk telur asin biasa, B untuk telur asin aroma jahe, C untuk telur asin aroma cabai, D untuk telur asin aroma bawang, E untuk telur asin aroma sup,” paparnya.

Dirinya melanjutkan, rendaman telur tersebut akan didiamkan kurang lebih 7-10 hari. Dan setelah, 10-14 hari telur akan diangkat dalam rendaman lalu direbus selama 6 jam.

Diakuinya untuk membuat teluar asin bakar berbagai macam aroma ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan. Dirinya pun mengaku, mendapatkan dana dari Dikti sebesar Rp2 juta untuk penggarapannya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, telur asin beraroma ini dijualnya dengan harga Rp2.000. Dari hasil produksi, besar laba setiap penjualan di antaranya adalah untuk telur asin bakar biasa menghasilkan laba Rp64 setiap butirnya, sedangkan untuk telur asin bakar beraroma menghasilkan laba Rp269 setiap butirnya.

“Untuk yang paling diminati adalah telur asin rasa bawang karena aroma dan rasanya benar-benar terasa,”tambahnya.

Oleh Olivia Lewi Pramesti(http://www.harianjogja.com)

Comparison Captiva 2.0l Diesel A/T Vs New Everest 2.5 Xlt M/T Vs New Fortuner 2.5 G D-4d M/T

Mobil bermesin Diesel masih belum menjadi pilihan utama. Para SUV tangguh ini berusaha untuk mengubah paradigma konsumen akan beberapa 'keburukan' mesin Diesel.

Banyak konsumen yang masih memandang sebelah mata mobil Diesel. Mereka menganggap mesin Diesel itu kotor, berisik dan polusi. Kondisi yang cukup berlawanan ketika kita melihat perkembangan otomotif di luar negeri. Produsen berlomba melahirkan mobil Diesel yang canggih dan ramah lingkungan. Di Indonesia sendiri, kelas SUV Diesel baru diisi oleh beberapa pabrikan. Chevrolet dengan Captiva 2.0L Diesel, Ford memiliki New Everest 2.5, Toyota dengan New Fortuner 2.5 G dan New Santa Fe Diesel yang menjadi ujung tombak Hyundai.

Banyak ATPM menawarkan SUV berkapasitas 7 penumpang. Dlam hal ini, New Everest dapat dikatakan menjadi pionernya. Toyota pun tidak tinggal diam. Kehadiran Fortuner D-4D, diharapkan dapat merebut perhatian konsumen pada segmen ini. Kini posisi keduanya tidak dapat dikatakan 'aman' karena kehadiran Captiva Diesel. Tampilannya lebih Stylish dan kompak dibanding kedua kompetitironya, menjadi nilai jual Captiva. Sedangkan New Santa Fe hadir dalam segmen yang lebih premium dengan fitur lebih lengkap dan harga jual yang lebih mahal.

Dapat dikatakan New Everest memiliki keunggulan dalam hal yang bersifat teknis dan mekanikal. Penggunaan material kulit berwarna coklat muda, membuat tampilan interiornya terlihat cukup mewah dan elegan. Namun siapa yang tidak menyukai desain eksterior Fortuner yang gagah? Brand image Toyota pun memiliki andil besar dalam membnetuk rasa fanatisme pada produk ini. Walaupun Captiva memiliki kapasitas mesin yang lebih kecil (2.000 cc), namun tetap mempertahankan desain dan performa yang kental dengan ciri khas Amerika. Lantas apakah Captiva Diesel mampu 'menggoyang' kemapanan Everest dan New Fortuner?.

Chevrolet Captiva 2.0L Diesel A/T:
Performa Menjadi Andalan
Varian Dieselnya memiliki performa yang lebih baik dari varian bensin.

Produksi: Completely Built Up (CBU)
Harga: Rp313,4 juta
ATPM: PT. GM Auto World Indonesia
Pajak Tahunan: Rp 3.435.000
Paket Garansi: 3 tahun tanpa batasan kilometer. Chevrolet Siaga 24 jam
Inden: Ready Stock
Warna: black, silver, royal grey, green dan beige
Situs: www.chevrolet.co.id

Desain eksterior dan interior Captiva, tidak terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara varian bensin dengan Diesel. Varian Diesel juga dilengkapi dengan teknologi dan fitur sama seperti varian bensin. Diantaranya fitur keselamatan aktif-pasif, pengatur ketinggian suspensi otomatis (auto self levelizer), pengatur ketinggian sorot lampu dan yang lainnya.

Sama seperti pabrikan lainnya, Chevrolet terus mengembangkan teknologi bagi mesin Diesel. Be-berapa teknologi Diesel terbaru pun diterapkan pada Captiva. Selain injeksi bahan bakar Commonrail, Captiva menambahkan perangkat turbocharger intercooler yang telah dilengkapi dengan geometri variabel turbin yang dikontrol elektronik. Teknologi tersebut dapat mencegah gejala 'malas bergerak sesaat' pada kebanyakan mobil yang menggunakan turbocharger.

Walaupun memiliki kapasitas mesin yang lebih kecil dibandingkan New Everest (2.449 cc) dan New Fortuner (2.494 cc), namun mampu mengeluarkan tenaga hingga 150 tk. Bahkan melebihi spesifikasi yang dimiliki varian bensin (2.400 cc, 124 tk). Untuk mendapatkan tenaga sebesar itu, Chevrolet merekomendasikan penggunaan BBM Solar DEX. Selain keluaran tenaganya menjadi lebih baik, emisi gas buang yang dihasilkan pun dapat setara dengan standarisasi EuroS. Namun, bukan berarti tidak dapat menggunakan BioSolar. Hanya saja, efeknya akan terasa pada penurunan tenaga, meski kami rasa tidak terlalu signifikafi.

Sayangnya, konsumsi BBM-nya tidak lebih baik dari kedua kompetitornya. Untuk 1 liter BBM, Captiva hanya mampu menempuh jarak sejauh 9,5 km.

Ford New Everest 2.5 XLT M/T: Form Following Function
Desainnya lebih mementingkan unsur fungsional ketimbang estetika.

Produksi: Completely Built Up (CBU)
Harga: Rp276,1 juta
ATPM: PT. Ford Motor Indonesia
Pajak Tahunan: Rp 2.895.000
Paket Garansi: 3 tahun atau 100 ribu kilometer (mana yang tercapai dulu)
Inden: Ready Stock
Warna: highlight silver, olive gold-titanium grey, viridian green-titanium grey, black mica-titanium grey, dan andaman blue-titanium grey
Situs: www.ford.co.id

Menurut kami, konsep desain 'form following function' diterapkan pada New Everest. sesuai dengan fungsi dan daya jelajahnya yang seakan tanpa batas, desainnya terlihat boxy dan konvensional. Kesan stylish didapat dari desain gril dan bemper single frame. Legroom dan headroom pengemudi terasa lapang. Jarak antara pedal rem dan pedal gas terasa berdekatan. dan headroom penumpang baris kedua dan ketiga, relatif lebih Iapang dibandingkan Fortuner. Posisi jok baris kedua terasa rendah dan membuat kaki penumpang tertekuk.

Sumber tenaga New Everest berkapasitas 2.499 cc dan dilengkapi dengan turbocharger intercooler. Mesinnya dapat mengeluarkan tenaga sebesar 143 tk dengan torsi maksimal 331 Nm. Variable geometric turbo yang digunakan New Everest sudah bekerja pada 1.800 rpm dan torsi terasa pada setiap putaran mesin. Berkat penerapan teknologi tersebut, New Everest diklaim mengalami peningkatan tenaga sebesar 30% dari generasi terdahulu.

Posisi duduk terasa seperti berada di kabin Nissan Terano. Desain dasbor yang rendah,. membuat pantauan ke depan cukup leluasa. Gejala limbung masih terasa. Namun berkat pengembangan pada suspensi belakang yang menggunakan stabilizerdan bump-stopper, efek tersebut dapat direduksi dengan baik. Torsi sebesar 331 Nm sudah dapat kami rasakan pada putaran mesin rendah. Jujur saja, kami seperti tidak mengemudikan SUV dengan mesin Diesel. Namun bila dibandingkan dengan hasil pengujian, New Everest harus mengakui keunggulan performa Captiva Diesel.

Toyota New Fortuner 2.5 G D-4D M/T: Tetap Menjadi Favorit
SUV andalan Toyota inipun akhirnya berbenah diri.

Produksi: Completely Knock Down (CKD)
Harga: Rp304 juta
ATPM: PT. Toyota Astra Motor
Pajak Tahunan: Rp 3.285.000
Paket Garansi: 3 tahun atau 100 ribu kilometer (mana yang tercapai dulu)
Inden: 3 bulan
Warna: super white II, siver metallic, greyish brown metallic, dark grey mica, black mica dan blue metallic
Situs: www.toyota.co.id

Desain New Fortuner Diesel, dapat dikatakan sama persis dengan versi bensinnya. Bodinya yang'bongsor' terlihat gagah dan 'arogan'. Sifat arogannya terlihat dari kombinasi gril dan headlamp terbarunya. Sepintas terlihat seperti, Land Cruiser VX200. Secara keseluruhan, desain New Fortuner, kini terlihat lebih stylish dan elegan.

Menilik ruang kabin Fortuner, kami rasa cukup sesuai dengan tampilan eksteriornya. Sayang, legroom dan headroom semua baris, tidak selapang New Everest dan Captiva Diesel. Yang cukup menarik adalah penggunaan Head Unit 2DIN Touch Screen Monitor yang telah dilengkapi dengan fitur rear view camera. Namun menurut PT. TAM, rear view camera dan jok kulit merupakan opsi tambahan.

Kami menyangka, sumber tenaga Fortuner yang telah dilengkapi dengan sistem injeksi commonrail dan turbocharger, setidaknya dapat menghasilkan keluaran tenaga yang besar. Namun bila melihat data spesifikasi, mesin hanya dapat mengeluarkan tenaga 101 tk dengan torsi 260 Nm (New Everest 143 tk dan Captiva Diesel 150 tk). Performanya pun kami nilai tidak terlalu istimewa. Untuk 0-402 meter, Fortuner hanya dapat membukukan waktu terbaik 20,18 detik.

Driving impression-nya pun dapat dikatakan sama dengan versi bensin. Desain kap mesin sedikit mengganggu pandangan kami. Namun, kami masih dapat memantau sekeliling mobil dengan mudah. Ketika menikung, bodinya terasa mengalami gejala limbung. Satu hal yang pasti, karakter suspensinya terasa sedikit 'mengocok' perut ketika melaju di ruas jalan yang 'keriting' maupun bergelombang.

Fitur

Ford New Everest
- Dual SRS airbag
- 2DIN Head Unit indash integrated AM/FM/CD players
- Side beam intrusion
- ABS with LSPV
- A/C Double blower at second row
- Power door mirrors
- Power door lock
- 12V auxiliary outlet
- Foglamp
- Roof rail
- Side step
- Parkir sensor

Toyota New Fortuner
- 2DIN Head Unit AVX touch screen monitor with 6-speakers
- Driver seat with height adjuster
- ABS dan EBD
- Parking sonar
- Dual SRS airbag
- Integrated Toyota Auto Alarm
- Roof rail
- Foglamp
- Side step
- Window integrated antenna
- Retracable side mirror
- Electric adjustable mirror
- Rear view camera (optional)
- Leather seat (optional)

Chevrolet Captiva
- Dual SRS airbags
- 2DIN indash integrated AM/FM/CD/MP3 player
- A/C double blower at third row
- Auto power door lock
- Tilt steering
- Double outlet tail pipe
- 12V Auxiliary power outlet
- Sequential transmission 5-speed A/T
- High mounted stop lamp
- Engine immobilizer

Kesimpulan:

1st: Chevrolet Captiva 2.0 Diesel A/T

Berbeda dengan versi bensinnya, Captiva Diesel memiliki performa yang lebih baik. Beberapa teknologi dan fitur yang diterapkan padanya, terbilang lebih lengkap dibandingkan kedua kompetitornya. Faktor kenyamanan dan stabilitasnya pun tergolong baik. Garansi yang diberikan oleh PT. General Motor Auto World Indonesia pun dapat membuat Anda tidur dengan tenang.

2nd: Toyota New Fortuner 2.5 G D-4D M/T

Varian ini diharapkan dapat menjawab keinginan konsumen akan sebuah SUV yang bertenaga, tanpa mengesampingkan efisiensi bahan bakar. Namun hasil uji performanya tidak lebih baik dibandingkan New Everest dan Captiva Diesel. Keluaran tenaganya terasa kurang responsif. Namun Toyota tetap memiliki keunggulan dalam hal brand image serta after sales-service.

3rd: Ford New Everest 2.5 XLT M/T

Walaupun desain eksterior dan interior terkesan konvensional, namun performa dan stabilitasnya dapat dikatakan cukup baik. Dalam hal after sales-service, New Everest harus mengakui keunggulan New Fortuner. Sayangnya pada tahun ini, Tampaknya New Everest belum berniat untuk sedikit melakukan penyegaran pada eksterior maupun interiornya.

Media : MobilMotor, at page 18-25, size 8800 mmk
Author/Journalist : Risson Ramadhani

Varian Baru Toyota Alphard: Varian Murah MPV Mewah

Setelah menangguk sukses dari rilis resmi sejak tahun silam nampaknya PT Toyota Astra Motor (TAM) bakal meneruskan dominasinya di segmen MPV premium. Puluhan unit yang terjual dari kloter pertama membuat PT TAM makin agresif melengkapi line up-nya tahun ini.

Ya, informasi yang kami terima menyebutkan bahwa PT TAM mencanangkan untuk bisa melepas hampir 200 unit Alphard buat tahun 2009. Biar lebih solid pencapaiannya maka varian baru itu tengah intensif digodok. Namun uniknya yang sedang dipersiapkan adalah varian 'murah'. "Rencananya akan kami rilis di kuartal ketiga tahun ini," aku Achmad Rizal selaku marketing communication manager PT TAM. Disebutkan juga kalau varian baru itu akan bermesin 2.4 liter atau 2.400 cc.

OTOMOTIF secara kebetulan menjumpai 'unit trial' Alphard varian ekonomis itu. Sepintas memang tak ada beda dari varian 3.5 liter. Hanya saja unsur kemewahan kabin sudah dikorting. Sebut saja pelapis jok dan panel pintu berbahan kain. Sandaran tangan pada panel pintu tengah juga sudah tidak ada.

Jok baris kedua tidak lagi captain seat, kali ini untuk tiga penumpang. MPV sepanjang 4.850 mm ini bakal berspek 8 seater. Lalu center fascia-nya berdetail lebih simpel. Tak beda karakternya dari yang bisa kita lihat pada Camry versi 2.4 liter. Bemper depan juga lebih sederhana detailnya meski masih ada fog lamp.

Rizal menyebut bahwa belum ada ancar-ancar harga buat Alphard 'murah' itu. Namun rasanya akan ada pada rentang harga Rp 850-900 jutaan. Mengingat di gerai ID, Alphard varian 'murah' berbanderol harga Rp 700 jutaan. Harga versi 3.5 liter rilisan PT TAM sendiri berharga Rp 1,1 miliar.

JAGOAN IU DAN ATPM
Sejak diluncurkan perdana tahun 2003 dan masuk ke Indonesia setahun kemudian yang namanya Toyota Alphard tetap jadi incaran peminat kendaraan yang nyaman sekaligus berdaya angkut besar. Tommy R. Dwiananda ketua AIKI (Asosiasi Importir kendaraan Bermotor Indonesia) menyebut kalau untuk semester pertama tahun ini saja menurut perkiraannya telah terjual lebih dari 500 unit Alphard versi terbaru.

Menurut data Gaikindo per Desember tahun 2008 pihak PT Toyota Astra Motor telah melepas 54 unit Alphard. Di tangan ATPM Toyota ini harga versi full spec yang disodorkan Rp 1,1 miliar. Sementara pihak IU (importir umum) melego versi G pada angka Rp 860 juta. Kedua pihak sama-sama sukses menangguk penjualan.

Ditengarai pihak PT TAM memang sengaja melansir varian termahal lebih dulu. Tak lain agar pasar buat Alphard lewat jalur ATPM memang terbentuk image mewahnya dengan kuat. Jika demand memang terus menguat maka segera dijadwalkan untuk merilis varian yang lebih rendah. Dengan begitu daya serap pasar tetap terjaga.

Jelas bukan tanpa alasan kalau itu dilakukan. Karena dipasar mobil bekas sendiri, Alphard 'hanya' mengalami depresiasi harga Rp 10-20 juta buat masa pakai 2 tahun.

http://www.toyota.co.id