my banner link

Minggu, 31 Januari 2010

Diabetes Mellitus-kah Anda..??

Seringkali disebut-sebut sebuah penyakit yang bernama kencing manis atau dalam istilah kesehatannya dikenal dengan Diabetes Mellitus . Sangat jarang kita temukan orang datang ke pelayanan kesehatan dengan tiba-tiba berkata “ini dok/sus…sepertinya saya menderita kencing manis atau diabetes!!!” karena sangat sedikit sekali orang yang sadar bahwa dirinya menderita Diabtes Mellitus hingga muncul satu atau beberapa komplikasinya yang sudah sangat membuat tidak nyaman sang klien. Hal ini disebabkan oleh belum membudayanya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kadar gula darahnya sehingga akan senantiasa terpantau dan akan diketahui sedini mungkin bila terlihat tanda-tanda diabetes sebelum muncul komplikasinya yang relatif fatal dan dapat menurunkan produktifitas penderitanya dan bahkan dapat berakibat fatal.

Diabetes Mellitus atau kencing manis merupakan gangguan metabolisme yang kompleks yang terjadi pada klien yang mengalami kekurangan insulin secara relatif maupun absolut. Dalam melakukan kegiatannya tubuh manusia meggunakan glukosa yang sebagian besar berasal dari karbohidrat yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari, namun penggunaan glukosa oleh sel-sel otot tubuh untuk beraktifitas ini sangat bergantung pada kadar hormon Insulin yang berfungsi untuk meningkatkan penyerapan glukosa yang semula ada di dalam darah untuk masuk ke sel-sel otot untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Gejala-gejala dari Diabetes Mellitus yang paling mudah dilihat adalah:

1. Polipagi, yaitu timbulnya keinginan untuk makan lebih banyak namun tidak dibarengi dengan peningkatan berat badan malah bisa menurunkan berat badan.

2. Polidipsi, yaitu timbulnya rasa haus yang berlebihan sehingga akan menyebabkan minum lebih sering.

3. Poliuri, yaitu tingginya frekuensi berkemih sehingga hanya dalam satu malam dapat mencapai 20-30 kali.

Adapun 3 jenis diabetes, yaitu:

1. Diabetes tipe 1

2. Diabetes tipe 2

3. Gestasional diabetes

Pembahasan kali ini akan difokuskan pada diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 atau yang biasa disebut Juvenile diabetes ini didapat/diturunkan secara heterogen dan pada anak kembar resikonya antara 25%-50%. Pada tipe 1 ini ditemukan bahwa tidak adanya sekresi insulin sama sekali di dalam tubuh penderitanya, pada 20%-60% klien dengan diabetes tipe 1 ini ditemukan autoantibody (kekebalan tubuh) yang melawan kehadiran insulin, diduga bahwa aktifnya sistem imun ini disebabkan oleh keberadaan virus tertentu. Klien dengan diabetes tipe 1 mulai mengalami kelainan metabolismenya pada saat usianya kurang dari 30 tahun. Aktifitas yang disarankan supaya dilakukan untuk menjaga kesehatan yang optimal untuk klien dengan Diabetes Mellitus tipe 1 adalah:

· Menjaga kadar gula darah pada level normal yang paling memungkinkan.

· Mencegah hipoglikemi dan hiperglikemi dengan memantau ketat kadar gula darah dan melakukan tindakan awal seperti melakukan perawatan kaki tiap hari.

· Mencegah komplikasi diabetes dengan menghindari faktor resiko seperti merokok, hipertensi, hiperlipidemi (lemak yang tinggi), dan penggunaan obat yang bersifat toksik (racun) pada sistem saraf tubuh kita.

Kencing manis/diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak bisa kita temukan, diabetes ini paling banyak timbul karena obesitas. Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang tidak mensekresi insulin sama sekali, pada diabetes tipe 2 ini masih ditemukan sekresi insulin namun dalam jumlah yang tidak adekuat/ kurang untuk mengatasi tingginya kadar gula dalam darah. Tingginya kadar gula dalam darah menyebabkan ginjal dengan terpaksa mengekskresikan gula bersama dengan urine yang keluar dari tubuh, sehingga akan terjadi fenomena glukosuria dimana urine mengandung glukosa. Adapun aktifitas yang disarankan untuk menjaga kesehatan yang optimal untuk klien dengan DM tipe 2 adalah:

· Mengontrol makanan dengan diet rendah karbohidrat namun tetap memenuhi kebutuhan kalori tubuh.

· Menghindari makanan dengan kadar gula dan lemak tinggi.

· Menjaga berat badan ideal yang dimulai pada masa anak-anak.

· Olahraga yang teratur.

· Mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil pada ibu yang baru selesai melahirkan.

Secara umum penyakit Diabetes memiliki beberapa komplikasi baik yang bersifat akut maupun kronis. Komplikasi akut diabetik ada dua yaitu hiperglikemi dan diabetik ketoasidosis, hiperglikemi terjadi saat glukosa tidak dapat pergi ke dalam sel karena jumlah insulin yang tidak mencukupi. Tanpa tersedianya karbohidrat/gula di dalam sel tubuh, maka hati akan aktif mengkonversi kembali glikogen menjadi glukosa dengan proses glikogenolisis selain itu juga akan meningkatkan pembentukan glukosa baru lewat proses glukoneogenesis. Pada DM tipe 1 kurangnya glukosa dalam sel tubuh akan dikompensasi dengan mengaktifkan cadangan lemak pada jaringan adiposa sebagai sumber energi, metabolisme lemak ini menghasilkan badan-badan keton yang semakin banyak jumlahnya dalam darah seiring dengan peningkatan metabolisme lemak itu sendiri. Badan-badan keton yang semakin banyak akhirnya diekskresikan bersama urine dan menjadi ketonuria, namun kompensasi ini ternyata tidak menurunkan kadar keton di dalam darah dan menyebabkan darah menjadi bersuasana asam (pH menurun) akibat banyaknya keton asetoasetat dan beta-hidroksibutirat. Kondisi inilah yang disebut diabetik ketoasidosis, bila asidosis ini menjadi semakin parah maka klien akan mengalami penurunan tingkat kesadaran dan pada akhirnya sampai pada kondisi yang disebut koma diabetes.

Komplikasi Diabetes yang kronik merupakan penyebab utama kematian pada klien diabetes karena dapat mempengaruhi banyak sistem tubuh klien. Terdiri atas:

1. Makroangiopati, termasuk penyakit jantung koroner, atherosclerosis, penyakit serebrovaskuler, dan resiko infeksi.

2. Mikroangiopati yaitu penebalan membrane kapiler, contoh: retinopati dan nefropati.

3. Neuropati, yaitu disfungsi saraf sensori motor dan saraf otonomi.

Meningkatnya kadar glukosa menyebabkan ketidakseimbangan zat penyusun matriks di antara sel, normalnya glukosa diubah menjadi bentuk gula lain seperti sorbitol dan fruktosa. Ketiga jenis gula ini (glukosa, sorbitol, dan glukosa) menumpuk di dasar membran sel dan diantara sel-sel, menyebabkan penebalan membran sel yang kemudian mempersulit transfer zat-zat yang keluar dan masuk sel termasuk oksigen, nutrisi-nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh sel, dan bahkan pengeluaran zat hasil sisa metabolisme sel yang bersifat racun juga terhambat. Apabila fenomena kekurangan nutrisi dan keracunan sel ini terjadi terus-menerus dan semakin meluas maka akan terjadi kegagalan sistem tubuh untuk mempertahankan kehidupannya di dunia ini.

Semoga bermanfaat…

Referensi:

Black, J. M. & Hawks J. H. (2005). Medical Surgical Nursing”Clinical Management for Positive Outcomes”, vol. 1, 7th edition. Philadelphia: Elsevier, Inc.

H.O. Asuhan Keperawatan Klien Diabtes Mellitus oleh Yulia, MN dan diketik ulang oleh sie.pend KMB

Sabtu, 30 Januari 2010

Apakah Radikal Bebas itu ?

Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil (mempunyai satu elektron atau lebih yang tanpa pasangan), sehingga untuk memperoleh pasangan elektron senyawa ini sangat reaktif dan merusak jaringan. Senyawa radikal bebas tersebut timbul akibat berbagai proses kimia kompleks dalam tubuh, berupa hasil sampingan dari proses oksidasi atau pembakaran sel yang berlangsung pada waktu bernapas, metabolisme sel, olahraga yang berlebihan, peradangan atau ketika tubuh terpapar polusi lingkungan seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pencemar, dan radiasi matahari atau radiasi kosmis.

radikal_bebas

Karena secara kimia molekulnya tidak lengkap, radikal bebas cenderung “mencuri” partikel dari molekul lain, yang kemudian menimbulkan senyawa tidak normal dan memulai reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh. Radikal bebas inilah biang keladi berbagai keadaan patologis seperti, penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai proses penuaan dini ikut berperan.
Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh normal. Radikal bebas lazimnya hanya bersifat perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka merupakan awal dari kerusakan sel yang antara lain:

Kerusakan DNA (deoxy nucleic acid) pada inti sel
Senyawa radikal bebas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan DNA di samping penyebab lain seperti virus, Blla kerusakan tidak terlalu parah, masih dapat diperbaiki oleh sistem perbaikan DNA. Namun, bila sudah menyebabkan rantai DNA terputus di berbagai tempat, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki lagi sehingga pembelahan sel akan terganggu. Bahkan terjadi perubahan abnormal yang mengenai gen tertentu dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit kanker.

Kerusakan membran sel
Komponen terpenting’ membran sel mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang sangat rentan terhadap serangan radikal bebas. Kalau ini terserang struktur dan fungsi membran akan berubah yang dalam keadaan ekstrem akhirnya mematikan sel-sel pada jaringan tubuh.

Kerusakan protein
Terjadinya kerusakan protein akibat serangan radikal bebas ini termasuk oksidasi protein yang mengakibatkan kerusakan jaringan tempat protein itu berada. Contohnya kerusakan protein pada lensa mata yang mengakibatkan katarak.

Kerusakan lipid peraksida
Ini terjadi bila asam lemak tak jenuh terserang radikal bebas. Dalam tubuh kita, reaksi antar zat gizi tersebut dengan radikal bebas akan menghasilkan peroksidasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan sel, yang dianggap salah satu penyebab terjadinya berbagai penyakit degeneratif

Proses penuaan
Umumnya, semua sel jaringan organ dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalamnya terdapat sejenis enzim khuSUS yang mampu melawan. Namun, karena manusia secara alami mengalami degradasi seiring dengan peningkatan usia akibat radikal bebas itu sendiri, otomatis pemusnahannya tidak pernah mencapai 100% meski secara teori dapat dipunahkan oleh berbagai antioksidan. Belum lagi adanya rangsangan untuk membentuk radikal bebas yang berasal dari lingkungan sekitar. Karena itu, secara perlahan-Iahan tapi pasti, terjadi kerusakan jaringan oleh radikal bebas yang tidak terpunahkan.
Kerusakan jaringan secara pelan ini merupakan proses terjadinya ketuaan, seperti kehilangan elastisitas jaringan kolagen dan otot sehingga kulit tampak keriput, terjadinya lipofuchsin atau bintik-bintik pigmen kecoklatan di kulit yang merupakan timbunan sisa pembakaran dalam sel. Bagi anda yang ingin awet muda tentu perlu banyak mengkonsumsi zat gizi yang meminimalkan efek radikal bebas ini.

Dapat menimbulkan autoimun
Dalam keadaan normal, antibodi hanya terbentuk bila ada antigen yang masuk dalam tubuh. Autoimun adalah terbentuknya antibodi terhadap suatu sel tubuh biasa dan hal ini dapat merusak jaringan tubuh dan sangat berbahaya.

Antioksidan pelindung kesehatan
Tanpa disadari dalam tubuh kita secara terus menerus terbentuk radikal bebas melalui peristiwa metabolisme sel normal, peradangan, kekurangan gizi dan akibat respons terhadap pengaruh dari luar tubuh: polusi lingkungan, ultraviolet, asap rokok, dll.
Sebab itu tubuh kita memerlukan suatu substansi penting yakni antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dengan meredam dampak negatif senyawa ini.
Sistem antioksidan tubuh sebagai mekanisme perlindungan terhadap serangan radikal bebas, secara alami telah ada dalam tubuh kita. Dari asal terbentuknya, antioksidan ini dibedakan menjadi dua yakni intraseluler (di dalam sel) dan ekstraselluler (di luar sel) atau pun dari makanan.

Dari sini antioksidan tubuh bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni:
1. Antioksidan primer
Antioksidan primer ini bekerja untuk mencegah pembentuk senyawa radikal bebas baru. Ia mengubah radikal bebas yang ada menjadi molekul yang berkurang dampak negatifnya, sebelum radikal bebas ini sempat bereaksi.
Contoh antioksidan ini adalah enzim SOD yang berfungsi sebagai pelindung hancurnya sel-sel dalamtubuh serta mencegah proses peradangan karena radikal bebas. Enzim SOD sebenarnya sudan ada dalam tubuh kita Namun bekerjanya membutuhkan bantuan zat-zat gizi mineral seperti mangan, seng, dan tembaga. Selenium (Se) juga berperan sebagai antioksidan. Jadi, jika ingin menghambat gejala dan penyakit degeneratif, mineral-mineral tersebut hendaknya tersedia cukup dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari.

2. Antioksidan sekunder
Antioksidan ini berfungsi menangkap senyawa serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Contoh antioksidan sekunder: vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam urat, bilirubin, dan albumin.

3. Antioksidan tersier
Antioksidan jenis ini memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan yang disebabkan radikal bebas. Contoh enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksidan reduktase. Adanya enzim-enzim perbaikan DNA ini berguna untuk mencegah penyakit kanker, misalnya. Hasil berbagai penelitian telah mendukung teori bahwa mengkonsumsi antioksidan yang memadai dapat mengurangi terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, kardiovaskuler, katarak serta penyakit degeneratif lain.

K-Liquid Chlorophyll sebagai ekstrak zat hijau daun alfafa dapat bertindak sebagai antioksidan bagi tubuh yang dapat meminimalkan efek radikal bebas. Wujudkan keluarga sehat alami bersama K-Link.

Daya Penyembuhan Klorofil



Klorofil vs hemoglobin
Ahli kimia Jerman, Dr Richard Willstatter (1913), berhasil mengidentifikasi fungsi sesungguhnya dari klorofil (zat hijau daun) dan menjelaskan bahwa molekul klorofil memiliki kesamaan struktur dengan hemoglobin, pigmen merah dalam darah manusia. Baik Richard Willstatter maupun Dr Hans Fisher memperoleh hadiah Nobel atas penemuan mereka terhadap struktur klorofil dan struktur hemoglobin.

Sungguh luar biasa mengetahui bahwa perbedaan antara kedua molekul ini hanya terletak pada atom pusat dari molekul. Atom pusat klorofil adalah magnesium dan atom pusat hemoglobin adalah besi. Berdasarkan penemuan ini, dapat disimpulkan bahwa klorofil memiliki nilai besar terhadap tubuh manusia. Klorofil menjadi nutrisi vital bagi tubuh manusia dan merupakan molekul yang dapat diterima oleh tubuh secara alamiah.

Klorofil berfungsi sebagai desinfektan dan antibiotik, bahkan sebelum adanya obat- obatan sintetis. Klorofil membersihkan jaringan-jaringan tubuh dan tempat pembuangan sisa limbah metabolisme dalam tubuh, sekaligus mengatasi parasit, bakteri, dan virus yang ada dalam tubuh manusia. Bahkan, klorofil dapat menghilangkan senyawa-senyawa kimia bersifat racun dalam tubuh.

Ekor molekul klorofil yang bersifat hidrofobik dapat menggali ke dalam sel/jaringan dan mengangkat senyawa hidrokarbon dari dinding sel serta mengeluarkan senyawa beracun tersebut, seperti halnya sabun mengangkat lemak dan kotoran pada tangan kita. Hidrokarbon yang dimaksud adalah pestisida, obat-obatan yang tertimbun dalam tubuh, pewarna makanan, bahkan bakteri, parasit, dan virus.

Tugas ini merupakan fungsi dari organ hati. Klorofil membantu kerja organ hati dan memproteksi organ hati sehingga kesehatan manusia dapat terjamin.

“Energi datang dari mengonsumsi energi”. Sebenarnya energi datang dari oksigen dan rantai glukosa yang oleh sel dibakar untuk membuat molekul yang dikenal sebagai ATP. ATP-lah yang merupakan bahan bakar dalam tubuh kita. Kerja otak manusia bergantung pada ATP.

Energi datang dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke dalam sel-sel tubuh kita. Hemoglobin merupakan molekul dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Adapun klorofil adalah pembentuk sel darah merah yang paling cepat di dalam tubuh manusia. Dengan mengonsumsi klorofil, jumlah sel darah dapat meningkat sangat cepat sehingga pasokan energi dalam tubuh dapat terus-menerus dijamin.

Masuknya organisme bersel tunggal, seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur dapat mengganggu kesehatan manusia karena organisme-organisme ini menyebabkan sel melemah dan kelaparan akan nutrisi, menghalangi produksi mukosa pelindung tubuh, meracuni dan melemahkan daya kerja metabolisme tubuh, bahkan menyebabkan dinding sel tidak terlindungi.

Ann Wigmore (The Wheatgrass Book, 1985) mengatakan bahwa klorofil dapat melindungi kita dari senyawa-senyawa karsinogen, di mana makanan dan obat lainnya sudah tidak berfungsi lagi. Klorofil bertindak menguatkan sel-sel, melepaskan zat racun dari hati dan aliran darah dan secara kimiawi menetralisasi polutan-polutan.

Klorofil yang dikonsumsi secara oral dapat menjadi alternatif pengganti transfusi darah. Bahkan, dalam bukunya, The Healing Power of Chlorophyll, Bernard Jensen menegaskan berbagai hasil eksperimen dengan tikus, di mana darah tikus digantikan dengan klorofil, tetap dapat menjaga kelangsungan hidup tikus-tikus tersebut. Tim O’Shea dalam bukunya (The Sanctity of Human Blood) menegaskan bahwa vaksinasi bukanlah suatu proses imunisasi karena segala benda asing yang tidak mirip dengan molekul-molekul yang ada secara alami dalam tubuh, baik itu obat, vaksin, bakteri, virus, parasit, maupun makanan beracun dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Klorofillah satu-satunya molekul yang dapat diterima oleh tubuh karena kesamaannya dengan hemoglobin sehingga potensial dalam meningkatkan ketahanan tubuh kita.

Fungsi utama klorofil
Penggunaan klorofil, baik berupa tablet, bubuk, maupun cairan yang dikemas dan banyak terdapat di pasaran, dapat membantu dalam hal (1) meningkatkan jumlah sel-sel darah, khususnya meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah, (2) mengatasi anemia, (3) membersihkan jaringan tubuh, (4) membersihkan hati dan membantu fungsi hati, (5) meningkatkan daya tahan tubuh terhadap senyawa asing (virus, bakteri, parasit, dan lain-lain), (6) memperkuat sel, dan (7) melindungi DNA terhadap kerusakan. Yang terpenting dari molekul klorofil ini adalah aman terhadap tubuh.

Mengingat serangan virus dengue menyebabkan gejala-gejala perdarahan dan menurunnya jumlah trombosit, pengobatan dengan klorofil selayaknya dilirik sebagai upaya alternatif bagi pengobatan demam berdarah. Dari sisi pencegahan, mengonsumsi klorofil merupakan tindakan bijaksana dalam meningkatkan pertahanan tubuh sehingga memungkinkan kita melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, tak terkecuali virus dengue. Sirkulasi darah yang bersih dan kaya akan sel darah merah untuk membawa oksigen merupakan mekanisme pertahanan tubuh alamiah yang paling andal.

K-Link telah mengembangkan produk K-Liquid Chlorophyll yang merupakan ekstrak zat hijau daun Alfafa.

source : kompas/Dr.Leenawaty L

Selasa, 26 Januari 2010

Warning for Smoker !.... Are You Next...? Think Again...!!!

Are you a smoker?? if you’re a smoker so you have to read this story… this is story of a man who is an active smoker for a long time, and he had a mouth cancer because of that.. so pity take a look of the picture below.. i hope this story and this case might be a hard warning for every smoker in the world… stop your smoking habit before you got a mouth cancer like this guy..


Really disgusting huh?? so if you wanna stay healthy without that… stop your smoking habit right now.. remember smoking has many negative effect for your body..

Masih mau mencoba merokok…luar biasa pengorbanan perokok…mengorbankan kesehatan demi seonggok abu dan kotoran nikotin.

Source : World Must Be Crazy/bebasrokok

Jumat, 22 Januari 2010

JIWA YANG SELALU TERSENYUM

Banyak pemikir yang berpendapat bahwa tawa dan senyum adalah salah satu sebab yang paling kuat yang mendorong manusia agar lebih efektif dan produktif. Mereka memberikan nasihat, jika Anda ingin hidup tenang, rileks dan berbahagia, penuhi hidup Anda dengan selera humor, sering tersenyum dan tertawa. Karena hal itu akan menciptakan nuansa kejernihan, kebersihan, menghilangkan kesedihan, rasa bosan, dan kuatir terhadap kehidupan ini.

Jiwa yang selalu tersenyum akan melihat kesulitan-kesulitan dengan tenang, untuk kemudian mengalahkan kesulitan itu. Ia melihat kesulitan itu sambil tersenyum, berikutnya menanganinya dengan tersenyum pula, dan selanjutnya ia mengalahkannya dengan tersenyum pula. Sedangkan, jiwa yang cemberut, ketika melihat kesulitan ia akan membesar-besarkannya, kemudian semangatnya menjadi lemah dan berikutnya ia lari darinya, dan berlindung di kepompongnya sambil mencaci-maki zaman dan tempat. Ia selalu beralasan dengan kata-kata “seandainya”, “jika”, dan “kalau.” Padahal zaman yang ia cela itu tidak lain dari hasil temperamen dan pendidikannya. Ia ingin berhasil dalam kehidupan tanpa ingin membayar harganya. Ia melihat di seluruh jalan ada macan yang mengincarnya. Ia menunggu hingga langit menurunkan hujan emas atau bumi memuntahkan kekayaannya.”

Dalam buku "Who Will Cry When You Die?" Robin Sharma menulis bahwa, “Menurut sebuah penelitian, anak berusia empat tahun tertawa 300 kali sehari, sementara orang dewasa hanya tertawa 15 kali sehari. Dengan semua kewajiban, stress, dan kegiatan yang mengisi hari-hari kita, kita lupa bagaimana tertawa. Tertawa setiap hari dilakukan untuk memperbaiki suasana hati, memunculkan kreativitas, dan memberi kita lebih banyak energi.”

Pemain komedi Steve Martin tertawa selama lima menit di depan kaca setiap pagi agar kreativitasnya mengalir dan memulai harinya dengan semangat yang tinggi. Sedangkan William James, bapak Psikologi Modern berkata, “Kita bukan tertawa karena bahagia. Kita bahagia karena kita tertawa.” Pepatah Cina klasik berkata, “Orang yang tidak tahu bagaimana tersenyum seharusnya tidak membuka toko.”

Ahmad Amin berkata dalam buku "Faidh al-Kathir", “Orang-orang yang tersenyum tidak hanya lebih berbahagia dengan diri mereka saja, namun mereka juga lebih mampu bekerja, lebih mampu menanggung tanggung jawab, lebih kuat dalam menghadapi kesulitan dan menyelesaikan masalah, serta melakukan hal-hal besar yang memberikan manfaat kepada mereka dan orang banyak”

DR. ‘Aidh bin Abdullah al-Qarni berkata, “Seandainya saya diberikan pilihan antara harta yang banyak atau jabatan yang tinggi, dengan jiwa yang tenang dan selalu tersenyum, niscaya saya memilih yang terakhir itu. Karena apa manfaat harta dengan disertai kecemberutan? Apa manfaat jabatan dengan disertai tertekannya jiwa? Apa manfaat seluruh yang ada dalam kehidupan ini jika pemiliknya merasa sempit dan tertekan seakan-akan ia baru saja melayat jenazah orang yang dikasihinya? Apa nikmatnya kecantikan istri jika ia cemberut dan mengubah rumah tangganya menjadi Neraka? Maka, akan lebih baik jika istri Anda tidak secantik dia namun mampu membuat rumah tangga Anda menjadi laksana Surga.”

Rasulullah saw adalah sosok pribadi yang banyak tersenyum di hadapan para sahabatnya. Beliau menjadikan senyum sebagai ibadah sebagaimana sabdanya, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” Jarir bin Abdullah al-Bujali berkata, “Setiap kali saya menjumpai Nabi saw pasti beliau tersenyum.” Jarir berbangga dengan anugerah ini serta mengumumkan kedermawanan beliau. Dan senyum yang cemerlang hangat dan tulus ini lebih berharga bagi Jarir dibandingkan semua ingatan dan lebih tinggi dibandingkan seluruh harapan.

Diriwayatkan pula bahwa seorang wanita tua pernah mendatangi Nabi saw untuk meminta kepada beliau agar mendoakannya masuk Surga. Beliau lalu bersabda, “Orang tua tidak masuk Surga.” Mendengar perkataan itu, wanita tua itu pun berpaling dan menangis. Tak berapa lama, Nabi saw memanggilnya dan bersabda, “Bukankah engkau pernah mendengar firman Allah dalam surah al-Waa’qiah ayat 35-37 ‘Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” Hr. Thabrani.

Ibnul Jauzi berkata, ”Para ulama yang mulia selalu senang dengan humor dan tertawa mendengarnya. Karena ia menyegarkan jiwa, dan menghibur hati setelah lelah berfikir.”

Wahai saudaraku, pandanglah wajah bayi dan anak-anak balita, anak siapa saja, pasti Anda akan menemukan ketenangan di sana. Karena wajah-wajah mereka selalu tersenyum, bukankah Anda tidak akan pernah menemukan wajah bayi yang cemberut? Lalu tataplah wajah Anda sekali-sekali di dalam cermin, dan tersenyumlah. Perhatikan wajah yang ada di dalam cermin itu, menyenangkan bukan? Jika Anda senang melihat wajah itu tersenyum, tentu orang lain juga akan senang memandang wajah tersebut!

Mengapa harus gundah, gelisah, cemas, dan mengutuk diri sendiri kalau sebagai Muslim, Anda telah meridhai Allah sebagai Rabb-mu, Islam sebagai agamamu, dan Muhammad saw sebagai nabimu. Tersenyum dan berbahagialah dengan terus-menerus menjaga keridhaan itu. Karena hanya dengan keridhaan Allah sajalah Anda akan menikmati kebahagiaan dan kenikmatan yang luar biasa, hidup di taman-taman Surga-Nya. Karena dunia hanyalah sebuah ladang bagi amal dan ibadah kita, tidak lebih dan tidak kurang!

(Note By : Asfa Davy Bya, SH)

Source: melodiaquera

Minggu, 17 Januari 2010

How To Motivate Yourself

Staying motivated is a struggle — our drive is constantly assaulted by negative thoughts and anxiety about the future. Everyone faces doubt and depression. What separates the highly successful is the ability to keep moving forward.

There is no simple solution for a lack of motivation. Even after beating it, the problem reappears at the first sign of failure. The key is understanding your thoughts and how they drive your emotions. By learning how to nurture motivating thoughts, neutralize negative ones, and focus on the task at hand, you can pull yourself out of a slump before it gains momentum.

Reasons We Lose Motivation

There are 3 primary reasons we lose motivation.

  1. Lack of confidence – If you don’t believe you can succeed, what’s the point in trying?
  2. Lack of focus – If you don’t know what you want, do you really want anything?
  3. Lack of direction – If you don’t know what to do, how can you be motivated to do it?

How to Boost Confidence

The first motivation killer is a lack of confidence. When this happens to me, it’s usually because I’m focusing entirely on what I want and neglecting what I already have. When you only think about what you want, your mind creates explanations for why you aren’t getting it. This creates negative thoughts. Past failures, bad breaks, and personal weaknesses dominate your mind. You become jealous of your competitors and start making excuses for why you can’t succeed. In this state, you tend to make a bad impression, assume the worst about others, and lose self confidence.

The way to get out of this thought pattern is to focus on gratitude. Set aside time to focus on everything positive in your life. Make a mental list of your strengths, past successes, and current advantages. We tend to take our strengths for granted and dwell on our failures. By making an effort to feel grateful, you’ll realize how competent and successful you already are. This will rejuvenate your confidence and get you motivated to build on your current success.

It might sound strange that repeating things you already know can improve your mindset, but it’s amazingly effective. The mind distorts reality to confirm what it wants to believe. The more negatively you think, the more examples your mind will discover to confirm that belief. When you truly believe that you deserve success, your mind will generate ways to achieve it. The best way to bring success to yourself is to genuinely desire to create value for the rest of the world.

Developing Tangible Focus

The second motivation killer is a lack of focus. How often do you focus on what you don’t want, rather than on a concrete goal? We normally think in terms of fear. I’m afraid of being poor. I’m afraid no one will respect me. I’m afraid of being alone. The problem with this type of thinking is that fear alone isn’t actionable. Instead of doing something about our fear, it feeds on itself and drains our motivation.

If you’re caught up in fear based thinking, the first step is focusing that energy on a well defined goal. By defining a goal, you automatically define a set of actions. If you have a fear of poverty, create a plan to increase your income. It could be going back to school, obtaining a higher paying job, or developing a profitable website. The key is moving from an intangible desire to concrete, measurable steps.

By focusing your mind on a positive goal instead of an ambiguous fear, you put your brain to work. It instantly begins devising a plan for success. Instead of worrying about the future you start to do something about it. This is the first step in motivating yourself to take action. When know what you want, you become motivated to take action.

Developing Direction

The final piece in the motivational puzzle is direction. If focus means having an ultimate goal, direction is having a day-to-day strategy to achieve it. A lack of direction kills motivation because without an obvious next action we succumb to procrastination. An example of this is a person who wants to have a popular blog, but who spends more time reading posts about blogging than actually writing articles.

The key to finding direction is identifying the activities that lead to success. For every goal, there are activities that pay off and those that don’t. Make a list of all your activities and arrange them based on results. Then make a make an action plan that focuses on the activities that lead to big returns.

When my motivation starts to wane, I regain direction by creating a plan that contains two positive actions. The first one should be a small task you’ve been meaning to do, while the second should be a long-term goal. I immediately do the smaller task. This creates positive momentum. After that I take the first step towards achieving the long-term goal. Doing this periodically is great for getting out of a slump, creating positive reinforcement, and getting long-term plans moving.

It’s inevitable that you’ll encounter periods of low energy, bad luck, and even the occasional failure. If you don’t discipline your mind, these minor speed bumps can turn into mental monsters. By being on guard against the top 3 motivation killers you can preserve your motivation and propel yourself to success.

source: pickthebrain