my banner link

Minggu, 27 Februari 2011

Top Secret...Mengapa Orang Tionghoa Banyak Berbisnis


Koh,Cik,.. kok anda pilih dagang kenapa sih..? untungnya banyak ya..? atau garis keturunan ya..?
Banyak yang bilang orang keturunan tionghoa itu kebanyakan bisnis. Ehmm.. ada betulnya juga. Tapi apakah karena keturunan lantas bisa berbisnis? 
Terus bagaimana dengan orang yang bukan keturunan tionghoa bukan mata sipit? Apakah lantas gak bisa berwirausaha? Mari saya sharing dari sudut pandang saya. Bukan berarti benar loch ya, apa yang saya tuliskan di sini. Ini sharing saja, buat yang ingin berkomentar, ya monggo (loch.. sy akhir2 ini sering pake bahasa Jowo, Monggo). Dulu waktu saya kuliah di salah satu Universitas Negeri di Palembang, ada salah satu sahabat saya bertanya : “Ton, kenapo kalu wong kamu tuch banyak bisnis? Wong kamu tuch pinter bisnis yo (Ini dalam bahasa Palembang, wong itu artinya orang). Geli saya kalo dengar orang ngomong, wong kamu. Terus saya kasih pendapat seperti ini….
Kenapa orang tionghoa kebanyakan berbisnis alias berwirausaha? Inilah sharing dari saya. Kalo gak bisnis, maka kita gak bisa makan, bahkan gak bisa hidup. Kenapa? Saya dulu waktu tamat kuliah, diajak teman2 saya yang satu kampus di Universitas Negeri, untuk melamar jadi PNS atau karyawan BUMN. Namun, saya bukannya gak mau ikutan daftar, rasanya kecil peluangnya. Ini dulu loch ya, masih zamannya zaman batu, haha.. Kecil sekali peluang yang mata sipit seperti saya ini, di zaman orba (orde batu, haha), bisa lulus seleksi. Begitu pula untuk berkarir di bidang-bidang sperti polisi dan militer. Nah, karena engkong saya, papa saya, sejak zaman dahulu sulit menjadi PNS, agar bisa makan dan bertahan hidup, maka wirausaha menjadi satu-satunya pilihan yang harus diambil.

Toh, tidak ada uang tidak bisa makan. Jadi harus cari uang, harus berbisnis, karena di dunia bisnis semua orang boleh masuk. Ini berlangsung bertahun-tahun, beberapa generasi, sejak zamannya Dinosaurus (haha.. juz kidding kalo yang ini, lebay deh…. ), akhirnya pesan turun temurun pun berlangsung. Inilah satu rahasia kenapa orang keturunan Tionghoa banyak berbisnis. Saya rasa siapapun orangnya, apapun ras nya, kalau tidak ada pilihan lain, tentunya mengambil pilihan satu-satunya, berjuang di satu-satunya, dan akhirnya sebodoh apapun orangnya, kalo bermain di bidang-bidang itu selalu, sperti pepatah Ala Bisa karena Biasa, Kebiasaanlah yang menjadikan kamu, maka karena biasa berusaha, maka jadilah pengusaha.
Jadi, sebetulnya, buat yang tidak bermata sipit, pemirsa tidak harus mensipitkan mata dahulu, tidak perlu operasi plastik menjadi mata sipit, haha..karena semua orang, baik yang bermata sipit atau belok, baik yang kulit kuning atau putih, atau sawo matang, atau hitam, atau belang, siapapun bisa masuk ke dunia wirausaha dan menjadi pengusaha. Tanpa pandang bulu, baik bulu mata, bulu kepala. haha.. Semua bisa. Semua karena biasa!! Tidak ada orang yang ditakdirkan menjadi pengusaha, semua karena biasa.
 Biasa berusaha, maka jadilah pengusaha. Biasa bekerja, maka jadilah pekerja. Biasa ngemis, maka jadilah pengemis, biasa minta maka jadilah peminta. Mau pasti menjadi wirausaha? Buatlah pilihan, putuskanlah dan berkomitmenlah, tutup saluran telinga, mata, dari hal-hal yang berbau dunia kerja (bukan berarti pemirsa yang sekarang bekerja lantas berhenti bekerja, tapi mulailah membaca, bergaul, mendengar, merasakan hal-hal yang berhubungan dengan dunia wirausaha..
Yang pasti, kalo saya yang sipit, saja bisa, apalagi yang mata belok, harus lebih bisa, karena matanya lebih besar jadi melihat peluang lebih banyak.
source: wirausahasukses/universitasbisnis(edited)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar