my banner link

Kamis, 05 Mei 2011

Pastikan..Planning Well Living Well

Dalam Kehidupan ini PERENCANAAN sudah merupakan suatu kebutuhan. Begitu besarnya kebutuhan ini sehingga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktifitas sehari hari. Bagi seorang pebisnis akan melakukan perencanaan strategis agar barang maupun jasa yang dipasarkan dapat segera diserap oleh pasar, seorang petani jagung akan merencanakan untuk menjual hasil panen jagungnya kelak 3 bulan kedepan dan hasil penjualan akan direncanakan untuk membayar biaya sekolah anaknya dan sebagainya.

Peran perencanaan begitu penting sehingga tidak bisa diabaikan oleh siapapun yang sedang melakukan aktifitas, kita ketahui dalam dunia yang modern saat ini, perencanan bisnis (barang dan jasa) yang dilakukan pada akhirnya ditujukan untuk mendapatkan uang, namun ironisnya kita seringkali tidak melakukan perencanaan terhadap uang yang didapat dari hasil ‘keringat’ sendiri.
Di kehidupan nyata sering kali kita menghabiskan uang dalam jumlah yang besar karena tergiur oleh program diskon suatu barang yang sebenarnya kita tidak membutuhkannya dan lebih parah lagi kita telah kehilangan jutaan rupiah disebabkan salah informasi serta tergiur oleh saran investasi yang tidak tepat. Fakta yang ada dan tidak sedikit jumlahnya, mereka yang bekerja di bidang keuangan dan seringkali memberikan saran keuangan kepada nasabahnya ketika ditanya apakah sudah memiliki program perencanaan keuangan pribadi maka sedikit sekali yang mengatakan ‘ya’ saya telah memiliki. Namun jika kepada mereka kita tanya apakah anda ingin kaya? Jawaban secara tegas mereka adalah ‘ya’ saya ingin kaya.
Ya saya ingin kaya itulah yang semua orang inginkan.., I wanna be rich..!, namun disini permasalahannya kita semua dihadapkan pada suatu keinginan yaitu ingin menjadi kaya namun tidak tahu bagaimana caranya.., yang kita pasti tahu adalah bagaimana kita menghabiskan kekayaan kita.., lalu bagaimana caranya agar kita menjadi kaya?
Pembaca yang bijak, untuk menjadi kaya sebenarnya sangat sederhana, dapat dilakukan melalui sektor riil (real sector) dan sektor keuangan (financial sector). Menurut hemat kami, kedua sektor tersebut sangat berpotensi membuat anda menjadi lebih kaya tentu jangan lupa ada faktor resiko yang harus bisa diantisipasi sejak dini yakni dengan melakukan perencanaan. Pembahasan yang kami paparkan disini adalah pembahasan sektor keuangan tentunya sesuai dengan kompetensi yang kami miliki yakni melalui perencanaan keuangan.
Financial Planning atau Perencanaan Keuangan adalah masalah bagaimana kita dapat melakukan perencanaan yang tepat sejalan dengan waktu yang tersedia, tujuannya membuat kita menjadi sejahtera.
Dalam melakukan perencanaan keuangan ada 3 formulasi yang umum dilakukan oleh mereka yang menerima pendapatan (income):
1. Pendapatan- kewajiban (hutang- pengeluaran rutin- investasi & tabungan (jika mungkin)
2. Pendapatan- kewajiban (hutang)- investasi & tabungan- pengeluaran rutin
3. Pendapatan- investasi & tabungan- kewajiban (hutang)- pengeluaran rutin
Pembaca yang budiman, nomor berapakah perencanaan keuangan yang anda lakukan? Jika anda menginginkan untuk menjadi sejahtera atau ingin menjadi kaya maka secara tegas kami katakan anda sebaiknya memilih formulasi nomor 3 (tiga). Anda mutlak melakukan perencanaan tersebut hingga pada akhirnya anda merasakan indahnya pertumbuhan aset yang sedang anda lakukan. Pada tahap seperti ini anda akan merasakan perencanaan keuangan adalah suatu kebutuhan bukan lagi merupakan kewajiban yang penuh dengan paksaan. Formulasi nomor 3 ini dilakukan hingga anda pensiun dari pekerjaan anda.
Lalu berapa besarnya investasi dan tabungan yang ideal?, hal ini sangat relatif tergantung kondisi keuangan anda namun kami memberikan batasan bahwa setidaknya sebesar 10% dari pendapatan anda diinvestasi secara berkala setiap bulan (berapapun income anda), jangan pernah mengurangi dosis investasi anda jika anda ingin menjadi kaya dikemudian hari. Tempatkan investasi pada instrumen yang tepat dan mutlak disesuaikan dengan waktu yang tersedia (jangka pendek, menengah atau panjang).
Mengenai kewajiban cicilan hutang maksimum perbulan adalah sebesar 30% dari penghasilan anda, jika setelah dihitung ternyata jumlah cicilan hutang anda diatas 30% maka anda mutlak untuk mengurangi pengeluaran rutin serta dapat dikombinasikan dengan penambahan penghasilan (ini memerlukan proses dengan jangka waktu yang terukur), ingat kekayaan bersih anda adalah merupakan akumulasi dari jumlah aset minus hutang . Jadi seseorang menjadi kaya atau dalam proses menjadi kaya jika ia mampu memenuhi kriteria diatas.
Investasi dengan perencanaan adalah sesuatu yang sangat terukur, misalkan anda ingin melakukan investasi untuk persiapan dana kuliah di universitas ternama di dalam maupun luar negeri, beberapa parameter mutlak anda perhatikan yaitu jangka waktu yang tersedia, kenaikan (inflasi) biaya pendidikan, konversi mata uang (jika menginginkan kuliah diluar negeri) serta jumlah dana investasi dapat meningkat atau menurun setiap tahunnya maupun dengan jumlah yang tetap setiap tahunnya serta frekuensi investasi dapat berupa bulanan, tiga bulanan maupun enam bulanan.
Pembaca yang cerdas, artikel kami bulan februari yang lalu dengan judul Merencanakan Keuangan Disaat Krisis sudah menjelaskan bagaimana seseorang mendapatkan keuntungan di reksadana meskipun kondisi indeks sedang menurun. Banyak diantara masyarakat menilai bahwa kondisi indeks bursa efek yang menurun membuat aset menjadi berkurang, hal ini bisa saya katakana tidak sepenuhnya benar karena sesungguhnya kita dapat menarik keuntungan yang cukup signifikan jika indeks bursa efek pernah mengalami penurunan, yang harus kita pahami adalah ekonomi merupakan sebuah siklus dimana dalam suatu fase dapat mengalami penurunan namun di fase yang lain juga dapat mengalami peningkatan. Secara jangka panjang akan memiliki kecenderungan (tendensi) meningkat.
Ada hal yang juga penting dalam melakukan perenacanaan keuangan adalah antisipasi jika sumber penghasilan menjadi berhenti, hal ini dapat disebabkan karena sakit, kecelakaan maupun karena kematian, maka pembelian polis asuransi merupakan suatu kebutuhan.
Pada intinya faktor risiko dapat kita pindahkan ke perusahaan asuransi. Mengenai jenis asuransi telah kami bahas dalam artikel di awal bulan Maret 2009. Berbicara mengenai asuransi jiwa maka erat hubungannya dengan uang pertanggungan, dalam hal ini uang pertanggungan merupakan distribusi aset kepada orang yang kita sayangi, jadi ini merupakan warisan.
Dalam hal waris sebaiknya tertanggung menunjuk executor untuk membantu mencairkan dana milik ahli waris jika penerima waris masih dibawah usia 17 tahun. Mengenai hal ini dapat dituliskan dalam suatu surat waris yang dibuat dihadapan seorang Notaris. Karena sesuai dengan peraturan yang berlaku seseorang anak dibawah 17 tahun tidak dapat mencairkan dana di Bank. Executor dapat diberikan kepada seorang yang sangat dipercaya dari anggota keluarga, sahabat, relasi ataupun sebuah perusahaan (trust company).
Menjadi Realistis
Kegagalan bukanlah pilihan, kalimat tersebut terdengar bijak, ya karena setiap orang pasti memilih keberhasilan dan tidak pernah memilih kegagalan. Namun dalam suatu investasi seringkali aset yang dimiliki menjadi tergerus oleh waktu atau tanpa kita sadari biaya yang dikeluarkan dalam suatu instrumen investasi sangatlah besar bahkan premi asuransi yang terbayar tidak seimbang dengan manfaatnya.
Menjadi realistis merupakan hal yang sangat baik, kami sangat merekomendasi agar perencanaan keuangan anda didiskusikan dengan profesional dan spesialis dibidangnya serta bersifat independen, sehingga saran yang diberikan dapat lebih objektif pada akhirnya anda melakukan perencanaan yang baik untuk kehidupan yang lebih baik bagi diri anda dan keluarga yang tercinta, Planning Well Living Well…
source: detikfinance/ Taufik Gumulya, Financial Planner pada TGRM Financial Planning Services.
untuk lebih jelas kunjungi www.asuransibijaksana.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar