my banner link

Selasa, 10 Mei 2011

Resep Panjang Umur menurut 'The Okinawa Way'

Penasaran dengan orang2 jompo yang masih terlihat sehat dan ceria ? Apakah manusia zaman sekarang bisa hidup hingga berusia 120 tahun? Ini tentu pertanyaan besar. Pada masa lalu umur manusia konon bisa mencapai ratusan tahun, tetapi pada zaman yang serba instan ini, usia manusia umumnya berakhir di angka 60.

"Sebuah studi mengungkapkan, tubuh manusia didesain mampu hidup 120 tahun," kata Dr Handrawan Nadesul, melansir penelitian Dr Walter M Bortz dalam Maximum Life Potential.Kembali ke pertanyaan awal, apakah manusia bisa berumur hingga 120 tahun? Jawabannya ternyata bisa. Hal ini setidaknya dari hasil studi yang pernah dilakukan manusia masa sekarang terhadap mereka yang berumur panjang.
Handrawan memaparkan sebuah penelitian Universitas Harvard selama 25 tahun yang berjudul "The Okinawa Way". Penelitian itu mencoba meneliti masyarakat Okinawa yang memiliki umur hingga 120 tahun.
Selidik punya selidik, kata dia, masyarakat yang tinggal di pulau bagian selatan Jepang itu memiliki pola gaya hidup yang sama dengan orang zaman dulu di Indonesia, yaitu mengonsumsi makanan alami.
"Back to nature dipegang teguh oleh mereka," kata Handrawan ketika menjadi pembicara dalam diskusi bertema "Hidup Itu Murah" di Healing Fest, Jakarta, akhir pekan lalu.
"Sebenarnya menu orang zaman dulu sangat tepat, nasi, tahu, tempe, sayur asam, dan pisang," katanya.
Gaya hidup yang salah, itulah kunci mengapa orang zaman sekarang meninggal pada usia muda dan tingginya angka kematian yang disebabkan penyakit, seperti jantung dan kanker.
Menurut Handrawan, kualitas hidup sehat adalah akumulasi dari kebiasaan, keyakinan, dan sikap yang dijalani selama masa hidup.
"Hidup adalah sebuah proyek, Andalah seorang manajernya. Apa yang Anda lakukan sekarang adalah investasi di masa tua," katanya.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk hidup murah dan berumur panjang, yaitu pola makan, olahraga, dan pengendalian stres.
Pola makan 
Mengapa pola makan sangat penting? Emilia Achmadi, Msc, seorang praktisi nutrisi, mengatakan, apa yang kita hasilkan seperti tenaga dan pikiran berasal dari apa yang kita masukkan ke dalam tubuh.
"What you eatwhat you get," katanya ketika menjadi pembicara dalam acara tersebut.
Ekstremnya, Handrawan mengatakan, serangan jantung dan kanker adalah akumulasi dari apa yang kita makan selama 30 tahun lalu. Dia menganjurkan, sebaiknya kita meniru gaya hidup warga Okinawa yang memakan makanan alami, seperti ubi, buah-buahan, dan ikan.
"Ubi mengandung unsur karbohidrat yang besar, serat yang banyak, dan kandungan DEA untuk awet muda," katanya.
Hal yang senada dikatakan oleh Lia. "Kita harus tanamkan dalam pikiran kita, saya tidak ingin sakit dan saya harus melakukan apa saja agar saya tidak sakit," katanya.
Handrawan mengkritik orang zaman sekarang yang sudah terpengaruh pola hidup modern, di mana orang-orang lebih banyak memakan daging, seperti steak dan ayam goreng, sedangkan tubuh lebih membutuhkan karbohidrat.
"Manusia diciptakan untuk lebih banyak memakan nasi ketimbang daging dilihat dari jumlah gigi geraham dan taring," katanya.
Dia menganjurkan untuk menjauhi makan olahan (junk food), seperti burger, steak, makanan kalengan, dan menu cepat saji yang miskin gizi tetapi kaya lemak, gula, dan garam.
"Makanan junk food dan fast food merupakan 'menu ampas'. Sebab, sudah banyak gizi yang hilang akibat cara panen, cara simpan, dan cara olah," katanya.
Hal itu bukan berarti kita tidak boleh memakan daging, tetapi komposisi makanannya yang harus seimbang, Lia bermisal, komposisi makanan buah-buahan dan sayur-sayuran harus lebih banyak dari daging.
"Jadi, kita harus memerhatikan apa yang kitas asup ke dalam mulut. Jangan menuruti kemauan nafsu makan mau ini dan itu," katanya.
Handrawan mengatakan, ada baiknya jika makan secukupnya, jangan berlebihan, dan usahakan pola makan kita ada empat dan lima jenis. Dia bermisal tidak boleh nasi dan soto saja, jadi harus ada nasi, soto, ikan, dan buah-buahan. "Pola makan tidak boleh terlalu rakus," katanya.

Jalan kaki
Memakan makanan yang bergizi tidak cukup tanpa disertai olahraga yang teratur. Handrawan menggambarkan, kualitas tubuh kita ditentukan oleh seberapa bergizi asupan makanan ke dalam tubuh, asupan makan dialirkan oleh darah melalui pembuluh darah, dan jantung berfungsi sebagai pemompa darah yang membawa asupan makanan ke seluruh tubuh.
Sekarang, yang harus dilakukan agar jantung memiliki kinerja yang optimal yaitu dengan olahraga. Jika tidak berolahraga maka kinerja jantung akan lemah dan aliran darah tidak lancar.
"Hal itu yang membuat orang itu terlihat lesu dan sakit, tapi dia sebenarnya tidak lesu dan sakit," katanya.
Darah dikatakan sehat, kata Handrawan, kalau ada muatan oksigen. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan olahraga pernapasan (lewat gerak badan atau meditasi), selain memakan makanan yang berkualitas.
Sel-sel tubuh terus membentuk jaringan, lalu jaringan itu yang membentuk organ. Jika organ tubuh tidak mendapatkan makanan yang optimal maka akan cepat mengalami kemunduran fungsi organ (disfungsi).
Hal itu disebabkan oleh pembuluh darahnya yang sudah tidak sehat, kualitas darah yang kurang gizi, dan kinerja jantung yang sudah lemah. Orang yang rajin berolahraga, jantungnya akan memompa darah lebih deras.
"Jika pompa darah tidak deras maka sel-sel itu tidak akan sampai ke seluruh tubuh," katanya.
Selain itu, olahraga secara teratur akan membuat ratusan otot di dalam tubuh tidak kaku. Oleh karena itu, dia menganjurkan untuk melakukan brisk walk (jalan tergopoh-gopoh) selama 40 menit dalam sehari. Seharusnya orangtua juga mengolahragakan anaknya dari kecil sehingga budaya itu akan terbawa hingga dewasa.

Tertawa terbahak-bahak
"Tidak ada manusia yang tidak stres, yang penting bagaimana pengaturan stres itu sendiri," katanya.
Stres tentu juga akan merusak badan. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk menyempatkan diri berekreasi atau mencari waktu dan ruang untuk menyalurkan segala penat Anda.
Dia mengatakan, kunci ampuh untuk mengatasi stres ialah tertawa terbahak-bahak, Tertawa menyehatkan jantung dan paru-paru, juga menambah deras aliran darah. Tertawa mengeluarkan hormon endorfin (hormon kebahagiaan) untuk mengendurkan rasa pedih dalam kehidupan.
"Tertawalah tiga kali sehari. Hormon endorfin adalah hormon yang sama ketika orang sedang melakukan hubungan intim," katanya.
Ah, ternyata untuk hidup sehat dan panjang umur itu murah, hanya makan nasi ditambah tahu, tempe, dan sayur asam, lalu jalan kaki tiap hari dan tertawa. Buktikan saja!
source: ANT/kps






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar