my banner link

Selasa, 07 Juni 2011

Inilah “Klub Istri Taat” Hadir Setelah “Poligami”

 
Mengaku bertujuan memperkenalkan dan membimbing agar para istri bisa "mematuhi, melayani, dan menghibur" suami masing-masing, demi mempromosikan keharmonisan pernikahan dan menekan risiko para suami menyeleweng, sekelompok perempuan Malaysia meluncurkan perkumpulan yang bernama “Klub Istri Taat” (The Taat Wife Club).

Pembentukan berlangsung pekan lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, ditandai dengan sejumlah pidato dan pemutaran slide bagaimana seorang perempuan bisa membahagiakan suaminya, demikian dikutip straitstimes, Jumat (3/6/2011).
Maznah Taufik mengatakan “Kelab Istri Patuh) yang diluncurkan hari Sabtu bertujuan mengajarkan para perempuan bagaimana cara menyenangkan suami mereka lebih baik untuk mencegah mereka dari penyelewengan.

"Kami hanya ingin meminta semua para istri untuk menjadi istri patuh sehingga akan ada lebih sedikit masalah dalam masyarakat kita, 'seperti perselingkuhan, perceraian dan kekerasan rumah tangga, ujarnya dikutip AFP.
"Suami bertanggung jawab memenuhi kebutuhan istri, namun istri harus mendengarkan suami dan membahagiakannya. Jika tidak suami akan melirik perempuan lain dan rumah tangga akan berantakan," tambahnya.

Malaysia adalah sebuah negara mayoritas Muslim, dengan sekitar 60 persen dari penduduk penganut Sunni, disamping komunitas etnis China dan India yang kebanyakan Budha, Hindu dan Kristen.
Menurut media lokal, tingkat perceraian di negara itu dua kali lipat sejak 2002-2009, dengan tingkat lebih tinggi di kalangan umat Islam dari non-Muslim.

Maznah juga mengatakan para suamu juga harus bertanggung jawab untuk mengajar istri mereka lebih taat. “Sebagian istri, mereka hanya ingin menikah untuk bersantai tetapi mereka tidak tahu tanggung jawab, " ujarnya. “Untuk menghibur suami mereka adalah wajib.. Jika dia tidak melakukan hal ini, suami akan mencari wanita lain ... dan rumah akan rusak. " peluncuran hari Sabtu dekat ibukota Kuala Lumpur mencakup pidato dan menunjukkan kepada para wanita bagaimana menjadi istri yang baik, Maznah menambahkan bahwa klub serupa didirikan di Yordania bulan lalu.
Klub Poligami
Sebelumnya, Agustus 2009, Hatijah Aam mendirikan klub poligami bernama “Ikhwan Polygamy Club”. Hanya beberapa saat dibuka, langsung memiliki 300 suami dan 700 istri sebagai anggota klub.
"Kami ingin mengubah persepsi masyarakat tentang poligami, agar dipandang sebagai sesuatu yang indah dan bukan sesuatu yang menjijikkan," demikian kata Hatijah Aam, sebagaimana dikutip Canadian Press kala itu.

Sebagaimana diketahui, poligami di Malaysia adalah legal bagi umat Islam, meskipun tidak banyak yang melakukannya. Pria Muslim Malaysia diperbolehkan memiliki istri sampai 4.
Menurut data statistik pemerintah Malaysia, dalam kurun waktu tahun 1995-2004 tercatat 13.516 pernikahan poligami, yang berarti 1,4% dari jumlah pernikahan Muslim yang ada. Sekarang diperkirakan naik menjadi 2%. Hanya saja, kasus poligami di Malaysia tak seheboh di Indonesia hingga ikut dibawah ke ranah politik.*

Source : stt
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar/Hidayatullah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar