my banner link

Selasa, 12 Oktober 2010

Ciri-ciri Pembohong


Belakangan ini kita semakin sering menyaksikan pagelaran kebohongan demi kebohongan di ruang publik. Televisi saban hari menyiarkan berita seputar kebohongan yang dilakukan pejabat publik.
 
Alih-alih mengakui kebohongannya tapi justru bantahan demi bantahan yang mereka pentaskan. Tengok saja kasus seputar aktivitas pemberantasan korupsi. Si pembohong lenggang kangkung si jujur malah kena batunya.
 
Demikian rumitkah membongkar kebohongan itu?Atau sedemikian misteriuskah kebohongan itu? Para pakar komunikasi mencoba berteori. Kata mereka, mata bisa berbicara. Gestikulasi alias sikap tubuh juga bisa menyampaikan sesuatu. Masihkah Anda ingin berbohong? Hati-hatilah. Sekarang ini ada banyak cara melacak kebohongan.

Tapi kenapa si pembohong makin leluasa menebar kebohongan dan menuai keuntungan darinya? Bagi yang percaya, maka ketahuilah bahwa bohong itu dosa…demikian slogan yang selalu diindoktrinasi (baca: sugesti) Uya Kuya agar kliennya berkata jujur ketika dikorek urusan pribadinya dalam sebuah acara TV “Uya Memang Kuya”. Hmmm…kalau dipikir-pikir, panggil saja si Uya biar selesailah si pembohong yang kita tonton di TV saban pagi dan petang itu.

Tapi yang namanya bohong, entah ukurannya kecil, sedang, atau besar semua orang pernah melakukannya. Jika Anda pernah dibohongi dan kini tengah “menikmati” rasa sakit di hati Anda, maka mulai hari ini, jauhilah si pembohong itu. Tapi jika Anda tidak ingin terperangkap dalam kebohongan untuk kesekian kalinya maka kenali si pembohong itu.
 
1. Kontak Mata. Si pembohong akan menghindari kontak mata. Matanya akan lebih sering berkedip atau berputar ke arah lain. Hal ini membuktikan bahwa ia tidak nyaman berhadapan dengan Anda. Jika demikian, ia terindikasi bohong.
 
2. Bingung. Lawan bicara Anda terlihat bingung saat berbicara. Si pembohong akan memikirkan tentang kesalahannya pada waktu yang sama. Hal ini akan mengganggu perhatiannya dalam percakapan tersebut.
 
3. Bicara Cepat. Seorang pembohong sering kali bicara dengan sangat cepat atau dalam kalimat-kalimat pendek. Dia mencoba untuk menyudahi situasi itu secepat mungkin.
 
4. Sikap Tubuh Berubah-ubah. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa lawan biacara Anda sedang memproteksi dirinya karena ia sedang berbohong. Dia mencoba melindungi diri sendiri dengan tindakan tertentu seperti mundur ke belakang, menyilangkan lengannya, atau meremas tangan.
 
5. Pura-pura. Pembohong biasa berpura-pura bingung dalam percakapan. Dia menciptakan kebingungan tersebut sehingga dia bisa mendengar pendapat orang lain dan menyetujui mereka.
 
6. Kontras. Kadang kala, pembohong menunjukkan perilaku yang berkebalikan dengan apa yang dia katakan. Misalnya, dia ingin berkata tidak tapi dia malah menganggukkan kepalanya.
 
7. Tidak Bisa Disela. Biasanya, pembohong tidak siap untuk mengatakan kebohongannya karena  hal itu tidak direncanakan sebelumnya. Karena itu, jika Anda menanyakan sesuatu tentang detailnya, maka dia tidak akan mampu menjawab pertanyaan Anda dengan tepat. Dia akan kebingungan dan kehilangan konsistensi percakapannya.
 
8. Ketawa Berlebih.Tawa yang berlebihan dan rasa setia kawan berlebihan bisa menjadi tanda penting kebohongan. Pembohong itu ingin berpura-pura menunjukkan bahwa dia adalah teman Anda, sehingga Anda akan mempercayainya.
 
9. Tidak Konsisten. Pembohong biasanya tidak konsisten dalam percakapan alias tanpa alur. Dalam kondisi Anda tengah dibohongi, cara terbaik untuk mengetahui kebohongannya adalah Anda harus mendengarkan dengan baik.
 
10. Berlebihan. Seorang pembohong cenderung memberikan penjelasan yang tidak penting. Dia akan memberi terlalu banyak detail tentang situasinya.
 
11. Tersinggung. Saat pembohong mengetahui bahwa pendengarnya tahu akan kebohongannya, dia mulai tersinggung lalu menutupi ketersinggungannya dengan mengakhiri percakapan atau cepat-cepat mengubah topik.

Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini Anda yang pernah menjadi korban kebohongan tidak mudah dibohongi lagi. Atau, jika Anda seorang petualang dalam kebohongan, akhiri segera traveling Anda karena mulai saat ini sudah banyak yang memahami Anda. Hati-hatilah.


source: file investasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar