my banner link

Jumat, 08 April 2011

Dari Camat sampai DPR Bersaing Bersidang Pariporno

Tingkah polah pejabat publik semakin 'meyakinkan' saja akhir-akhir ini.
Coba anda perhatikan gambar dibawah ini..(bukan kepala botaknya lho..hehehe)







Jelas bukan berita yang penting kan yang mereka lihat..?


Seperti terjadi di Kabupaten Malang, saat bupati berpidato, dua camat malah asyik menonton video porno. Terlalu!
Peristiwa yang terjadi di sela-sela sidang paripurna pembahasan empat rancangan peraturan daerah (raperda) di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (14/3/2011), itu tidak sengaja terekam kamera wartawan yang meliput dari balkon. Namun, kasus itu baru terungkap pada Jumat (18/3/2011).
Entah, mungkin terlalu jenuh karena lama mendengarkan pidato pandangan Bupati Rendra Kresna dan fraksi-fraksi, di sela-sela acara serius itu, dua camat dan seorang pejabat setempat mencari hiburan dengan menonton film porno.
Awalnya, salah satu oknum camat yang baru dilantik pada 7 Januari 2011 lalu itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah BlackBerry (BB) dari saku celananya. Entah siapa pemilik BB tersebut, tak berapa lama, ia kemudian memutar sebuah file film porno.
Dasar mungkin karena punya pikiran yang sama, camat yang berada di sebelahnya rupanya tak mau ketinggalan. Ia kemudian memindahkan pandangannya dari sudut depan, tempat Bupati Rendra berpidato, ke arah film tersebut. Begitu juga pejabat sebelahnya. Dengan demikian, kompaklah ketiganya menikmati film tersebut.
Deretan tempat duduk para pejabat negara itu kebetulan memang hanya diisi oleh empat orang sehingga tak sampai menimbulkan kegaduhan.
Ketiganya terlihat asyik menonton, meski sekilas seperti memerhatikan pembahasan raperda.
Seorang pejabat di sebelah camat pemilik BB itu sempat mengingatkan dengan cara menepuk tangannya agar tidak menunjukkan video itu. Dia juga tampak berusaha meminta agar film di BB itu segera dimatikan. Apalagi di belakang tempat duduk mereka juga ada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya yang serius mendengarkan raperda.
Namun, camat tersebut terlihat masih asyik. Maklum, cara menonton film itu memang tidak mencolok. Sang camat memperlihatkannya di bawah meja. Namun, karena layar ponsel itu lebar, maka gambarnya juga sangat jelas. Oleh karenanya, tiga pejabat di satu deret tempat duduk itu bisa nonton bareng.
Mungkin karena sudah selesai, camat pemegang ponsel yang diduga berasal dari Malang di bagian timur ini tak lama kemudian mematikan film. Ia keluar dari ruangan menuju kamar kecil dan tidak kembali lagi.
Bupati Malang Rendra Kresna pun sangat menyesalkan kejadian itu. "Seharusnya pembahasan raperda disimak karena itu juga penting bagi mereka. Saya tidak memungkiri kalau ada individu yang pasti memiliki koleksi film seperti itu di ponselnya. Namun, kalau memutar film itu dalam sidang paripurna, ya salah tempat," kata Rendra Kresna menjawab Surya, Jumat malam.

Yang ini level DPR (kaget atau gak heran..?)


Waduh serius amat pak...


Anggota DPR tertangkap kamera foto sedang menonton film porno pada saat rapat paripurna. Pangakuan anggota DPR tersebut, dirinya tidak menonton film porno namun membuka email dari orang tak dikenal yang berisi gambar porno.

Sikap tidak etis itu terungkap ketika DPR sedang menggelar papat paripurna debgan agenda antara lain mendengar laporan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan penutupan masa persidangan III tahun sidang 2010-2011.

Anggota DPR tersebut menonton film menggunakan komputer tablet. Ia menonton film saat kursi di sebelah kiri dan kanannya tidak terisi. Hasil jepretan pewarta foto Media Indonesia memastikan bahwa yang ditonton anggota DPR tersebut adalah gambar bergerak atau film.

Anggota DPR tersebut menduduki meja bernomor 72. Hasil penelusuran yang dilakukan, nomor keanggotaan tersebut merupakan milik Arifinto, anggota Komisi V DPR dari Fraksi PKS.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon, Arifinto mengaku bahwa dirinya datang ke rapat paripurna dan menduduki kursi sesuai dengan nomor keanggotaannya. Namun, ia membantah jika dirinya melakukan perbuatan tersebut. Menurut pengakuannya, ia hanya membuka kiriman email dari orang tak dikenal. Ternyata ketika dibuka email tersebut berisi gambar porno.

"Biasalah, kan banyak kiriman email dari orang-orang tak dikenal. Saya hanya membuka saja. Tapi setelah tahu gambar tersebut saya langsung buang. Saya tidak menonton film porno lho," tandasnya.

Ia mengaku tidak mengikuti rapat paripurna hingga selesai. Sekitar pukul 11.00 WIB, dirinya meninggalkan rapat paripurna.



source: surya/micom

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar