my banner link

Kamis, 14 April 2011

Tragedi Hillsborough Luka Liverpool

Pada laga semifinal Piala FA antara Liverpool kontra Nottingham Forest yang digelar di Stadion Hillsborough pada 15 April 1989, sebanyak 96 pecinta Liverpool, kebanyakan berusia belia, tewas.
Sebanyak 89 orang adalah laki-laki serta tujuh orang adalah perempuan. Berdasarkan umur, kebanyakan diantaranya berusia dibawah 30 tahun serta 13 orang diantaranya dibawah usia 20 tahun. Korban termuda adalah seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun. Sebanyak 730 orang terluka di dalam stadion serta 36 orang terluka di luar stadion. Sementara itu, ratusan orang lainnya mengalami trauma karena peristiwa tersebut.

Jumlah korban meninggal tercatat sebagai jumlah tertinggi kecelakaan di stadion dalam sejarah Britania Raya, dan tetap menjadi rekor tragedi terbesar yang berhubungan dengan stadion sepakbola di Britania Raya.
Sejak saat itu Liverpool menggelar peringatan tragedi Hillsborough setiap tahun. Ribuan “Liverpudlian” termasuk keluarga korban mendatangi Anfield pada hari itu.
Upacara diisi dengan doa bersama, penyalaan lilin dan mengheningkan cipta selama satu menit setelah jarum menunjuk angka tiga sore. Tidak diperlukan tiket untuk mengikuti jalannya seremonial ini.
Pada kejadian memilukan itu justru seperti menempatkan Liverpool sebagai “terdakwa” atas terjadinya tragedi ini.
KEADILAN
Pada 15 April 1989 tak lama setelah kick off berlangsung, mendadak Stadion Hillsborough yang sebenarnya merupakan kandang klub Sheffield Wednesday berubah dari sorak-sorai menjadi jeritan kengerian dan kepiluan menyayat hati.
Ribuan pecinta Liverpool yang memadati tribun Lepping Lane End tergencet karena desakan ribuan orang yang masih tertahan di luar. Tercatat 94 nyawa pendukung Liverpool tewas seketika di tempat kejadian akibat tragedi itu. Seorang tewas empat hari kemudian setelah berada dalam kondisi kritis setelah kejadian. Sedangkan korban ke 96 menghembus nafas terakhir setelah empat tahun berada dalam keadaan koma pasca kejadian.
Jumlah penonton yang melebihi kapasitas stadion menjadi kambing hitam. Kabar lain mengatakan kekisruhan terjadi akibat penonton yang berusaha menghindari diri dari kobaran api di salah satu tribun tempat duduk penonton.
Namun, koran The Sun yang berskala nasional menyatakan bahwa pecinta Liverpool yang menjadi biang keladi terjadinya tragedi. Sebuah tamparan yang terasa sangat keras oleh pecinta Liverpool karena tragedi ini hanya berselang empat tahun (1985) setelah tragedi Heysel, dimana Liverpool juga menjadi tertuduh atas tewasnya 39 pecinta Juventus saat terlibat final Piala Champion.
Kini sebuah monumen telah berdiri di Anfield untuk mengenang korban tewas dalam tragedi Hillsborough. Pada monumen diletakkan dua lilin yang menyala sepanjang masa. Dan, jika hari peringatan tersebut bertepatan dengan jadwal pertandingan Liverpool, pihak klub akan meminta jadwal pertandingan tersebut dapat ditangguhkan atau dialihkan ke hari lain.
Inilah tragedi yang dikemudian hari akan mengubah dan menjadi pelajaran tentang kebutuhan soal standar keamanan stadion sepakbola.
Namun, tragedi Hillsborough bagi pecinta Liverpool tetap menyisakan kisah kontroversial hingga kini, sehingga Justice For 96 pun terus dikumandangkan.
 source: kmehatdiva dan dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar