my banner link

Senin, 07 September 2009

Jangan Tekan Pedal Gas Saat Akan Mematikan Mesin

Kebiasaan lama dan ternyata masih dilakukan oleh sebagian pemilik mobil sekarang ini, adalah menekan gas lebih dulu sebelum mematikannya. Kebanyakan, mereka tidak mengerti alasan mengapa harus melakukan cara tersebut.

Sebenarnya, pada mesin “jadul” itu dilakukan untuk mengisi aki alias baterai. Namun sekarang, dengan menggunakan alternator atau generator yang menghasilkan arus listrik bolak-balik, cara tersebut tidak diperlukan lagi. Karena pada mesin sekarang pengisian baterai dilakukan pada setiap putaran mesin.

Menekan pedal gas sebelum mesin dimatikan sangat berbaya bagi “jiwa” dan “raga” mesin. Pertama, raganya akan rusak atau cacat. Pasalnya, ketika gas digeber, putaran mesin naik. Pada kondisi seperti komponen mesin yang berputar atau bergerak membutuhkan pelumas.

Boros Bensin dan Oli
Nah, dapat dibayangkan, ketika oli sedang menuju ke komponen tersebut, mesin tiba-tiba mati. Pompa oli pun tidak bisa memasok atau mengalirkan oli ke komponen yang bergerak. Misalkan, ke piston, kruk as, nokken as atau klep.

Mesin turbo memerlukan perlakuan khusus ketika akan dimatikan

Memang masih ada lapisan oli yang tertinggal pada permukaan komponen tersebut. Jumlahnya tidak cukup dan hanya untuk putaran rendah. Nah, waktu antara menekan pedal gas dan kunci kontak diputar ke posisi “OFF”, waktunya bisa sekitar 15 detik. Kalau mesin bekerja pada 2.500 rpm saja, berarti selama 15 detik berputar 166 kali.

Pada tahap pertama atau awal, kebiasaan tersebut memang belum menimbulkan masalah. Namun karena keseringan, keausan mulai terjadi, muncul getaran atau suara mesin kasar. Tingkat keausan komponen bertambah.

Selanjutnya, menyebabkan kerja mesin tidak efisien. Malah mesin juga “menelan” oli. Konsumsi bahan bakar boros, tenaga payah, mesin cepat panas dan sebagainya. “Jiwa” mesin ambruk dan tidak bisa lagi hidup.

Mesin Turbo
Pada mesin yang dilengkapi dengan turbocharger, menekan gas lebih dulu sebelum mesin dimatikan sangat dilarang. Tabu! Untuk mencegah kebiasaan mesin langsung dimatikan, beberapa pabrik melengkapi mesin dengan “timer”.

Dengan alat ini, kendati kunci kontak sudah dicabut, mesin akan tetap hidup pada kondisi stasioner atau langsam beberapa saat. Setelah itu akan mati sendiri.

Cara ini, juga disarankan pada kendaraan yang habis digenjot secara menerus selama berapa jam pada kecepatan tinggi. Mesin tidak boleh dimatikan langsung.

Mesin juga memerlukan perlakuan seperti manusia!(KOMPAS.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar