my banner link

Minggu, 06 September 2009

Opera Turbo 10, Lebih Ngebut, Lebih Bersih



Opera Turbo 10, Lebih Ngebut, Lebih BersihSCREEN SHOT/AJENG/REPUBLIKAONLINE

Opera Turbo 10

OSLO--Opera Software merilis Opera 10 tepat awal bulan ini. Sebuah perubahan besar muncul dalam browser tersebut dengan fitur-fitur terintegrasi lebih ringan dan sebuah balok tab lebih canggih yang dapat menampiklan thumbnail halaman situs terbuka secara otomatis.

Browser gratis versi resmi tersebut dapat didownload" untuk Windows, OS Mac X dan Linux dalam lebih 40 bahasa. Mesin browser itu pun dapat bekerja mulus di OS terbaru Apple, Snow Leopard.

Opera Turbo, begitu nama mesin yang dikompres makin ringan tersebut. Ia dapat mempercepat koneksi lambat macam dial-up yang 'kuno' atau broadband 'apa adanya' demikian klaim perusahaan seraya menambahkan bahwa saat pengetesan, browser bekerja delapan kali lipat lebih cepat dari pesaingnya.

"Opera Turbo adalah inovasi terbaru kami dan kami pikir setiap orang harus mencoba, karena semua orang dijamin pasti mengalami koneksi lambat sewaktu-waktu," ujar CEO Opera, Jon von Tetzchner, dalam pernyataan yang dirilis Selasa (1/9) kemarin.

Opera, menurut para pengamat TI, selalu dianggap sebagai browser dengan fitur mumpuni. Hanya saja, terlepas kualitas baik, ia tak mampu meraih publikasi luas seperti IE, Firefox dan Chrome.

Banyak yang menyayangkan, mengingat versi 10 kali ini, menurut pengamat TI dari Computerworld, Preston Gralla, telah menambahkan fitur cerdas yang dijamin disukai peselancar dunia maya.

Preston sendiri mengaku telah menguji versi kandidat rilis (RC) sebelum versi resmi diluncurkan. Kini saat merasakan Opera Turbo, ia menyatakan browser bekerja cepat, mudah dikonfigurasi, bertampilan bersih dan menawarkan apa yang diharapkan pengguna dalam browser modern, seperti penghadang pop-up, plug-in lengkap, RSS reader, anti-phising dan lebih banyak lagi.

Tidak seperti browser kompetitor, opera juga secara mengejutkan mengusung klien email yang terintegrasi di dalamnya. Klien email itu diberi dukunganuntuk server POP3 dan IMAP, kemampuan membuat aturan email yang masuk dan penyaringan spam.

Fitur-fitur dari versi Opera 10 tidak membuat desain berkerumun di dalam browser atau membuat sulit digunakan. Sebaliknya, desain Opera Turbo ini terlihat lebih bersih dan ramping ketimbang pendahulunya.

Namun pengembangan fitur bukan sekedar kulit. Pengaturan Tab misal, anda kini dapat mengonfigurasi browser sehingga thumbnail semua tab anda terlihat di atas satu sama lain. Thumbnail pun mudah dikecilkan atau dibesarkan.

Fitur Speed Dial juga layak dengan kualitas serupa fitur Top Sites milik Safari keluaran Apple. Kapan pun anda membuka tab baru di Opera, anda dapat menyesuaikan halaman situs yang tampil dalam empat hingga 24 halaman situs dalam bentuk thumbnails. Dengan demikian anda dapat lebih cepat mengakses situs favorit atau yang sering anda kunjungi tanpa perlu mengetikkan alamat.

Opera memang dikenal dalam menampilkan halaman situs dengan cepat dan versi terbaru ini mampu menampilkan lebih cepat lagi, terutama di situs interaktif dengan banyak source code macam Gmail dan Facebook.

Ada pula fitur baru lain yang menarik, seperti inline spellchecker. Khusus fitur ini akan membuat para blogger senang, sebab memudahkan mengecek ejaan bahasa.

Cuma yang sedikit mengejutkan, Opera tak memiliki satu fitur yang diusung para pesaingnya; Internet Explorer, Firefox, dan Safari. Fitur itu adalah private browsing yang membuat pengguna bebas melakukan browsing tanpa khawatir jejak cache dan cookies terlacak. Bagi anda yang menganggap fitur itu penting, Opera memang bukan pilihan anda.

Jadi apakah anda harus mengganti browser saat ini dengan Opera? Pilihan browser sangat beragam mulai dari fungsi hingga kesukaan pribadi, sehingga tak ada jawaban yang menjamin kepuasan. Namun bagi siapa pun yang menginginkan browser lebih cepat dan lebih banyak fitur, tak ada salahnya beralih ke Opera Turbo, atau paling tidak menginstalnya dalam komputer anda. itz(http://www.republika.co.id/berita)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar