my banner link

Kamis, 24 September 2009

Telur asin bakar empat aroma...

20090923123413_pengolahan-telur-aroma.jpgTelur asin bakar dengan rasa 4 aroma? Pastinya Anda akan terheran-heran mendengar nama telur tersebut.

Biasanya, yang ada telur asin yang baunya amis ketika didekatkan pada hidung. Nah, telur asin bakar yang satu ini ternyata punya keistimewaan tersendiri. Dari aroma jahe, bawang, cabai, serta susu yang dipancarkannya, terbukti mampu menghilangkan kejenuhan yang merasakannya.

Inilah inovasi baru yang dikembangkan oleh 5 mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Mulyadi, Kareka Ananda, Agus Suratno, Asri Kusumaning M, serta Alianningsih. Mulyadi, ketua pelaksana kegiatan mengaku mendapatkan ide tersebut dari banyaknya permintaan konsumen khususnya di kalangan mahasiswa terhadap telur yang digunakan sebagai sumber pangan mereka.

Kepada Harian Jogja dirinya mengaku, meningkatnya kebutuhan pangan mahasiswa ternyata harus bertabrakan dengan tingginya ke butuhan yang lain seperti untuk biaya pendidikan ataupun hidup.

“Mahasiswa cenderung memilih sumber pangan yang praktis, bergizi, dan higienis. Telur salah satunya. Karena itulah, kami mencoba membuka peluang usaha baru yaitu dengan membuat telur asin bakar dengan berbagai aroma. Dengan aroma yang beraneka rasa tersebut, mahasiswa pun tidak akan mencium bau amis yang biasanya dihasilkan dari telur itu sendiri,” papar Mulyadi.

Mulyadi melanjutkan, dipilihnya telur asin dalam inovasinya tersebut dikarenakan karena olah an telur itik tersebut terbukti memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari telur lainnya. Dirinya menyebutkan, kandungan kalsium telur asin meningkat 2,5 kali setelah pengasinan. “Tingginya nilai gizi dan rasa yang khas menyebabkan telur asin banyak diminati masyarakat,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai proses pembuatannya, Mulyadi memaparkan. Awalnya, telur asin berkualitas dengan warna cangkang hijau muda dipilihnya. Setelah itu, telur itik tersebut akan diamplas agar pori-pori cangkang ter buka. Sembari mengamplas, katanya, ekstrak aroma mulai dibuatnya.

Ekstrak beraroma jahe, bawang, cabai, serta sup dibuat dengan memblender terlebih dahulu bahan-bahan tersebut, tentunya ditambah dengan bumbu lain seperti garam dan merica. Setelah ekstrak aroma ini selesai, akan dicampurkan ke dalam ember tertutup yang berisi adonan garam yang telah dicampur dengan batu bata halus.

“Setiap ember akan ditandai, A untuk telur asin biasa, B untuk telur asin aroma jahe, C untuk telur asin aroma cabai, D untuk telur asin aroma bawang, E untuk telur asin aroma sup,” paparnya.

Dirinya melanjutkan, rendaman telur tersebut akan didiamkan kurang lebih 7-10 hari. Dan setelah, 10-14 hari telur akan diangkat dalam rendaman lalu direbus selama 6 jam.

Diakuinya untuk membuat teluar asin bakar berbagai macam aroma ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan. Dirinya pun mengaku, mendapatkan dana dari Dikti sebesar Rp2 juta untuk penggarapannya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, telur asin beraroma ini dijualnya dengan harga Rp2.000. Dari hasil produksi, besar laba setiap penjualan di antaranya adalah untuk telur asin bakar biasa menghasilkan laba Rp64 setiap butirnya, sedangkan untuk telur asin bakar beraroma menghasilkan laba Rp269 setiap butirnya.

“Untuk yang paling diminati adalah telur asin rasa bawang karena aroma dan rasanya benar-benar terasa,”tambahnya.

Oleh Olivia Lewi Pramesti(http://www.harianjogja.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar