my banner link

Minggu, 22 November 2009

Diet Tepat untuk Bentuk Tubuh Ideal

TUBUH
ramping dan sehat merupakan idaman bagi semua orang. Namun saat ini telah tersedia berbagai makanan dengan kelezatan yang menggoda, membuat orang ingin selalu mengkonsumsinya, hal inilah yang sering membuat berat badan menjadi tidak terkontrol.

Makan juga menjadi suatu kesenangan dalam hidup, sehingga sering orang mengkonsumsi makanan yang disukainya saja dan lupa mengkonsumsi makanan secara sehat dan seimbang.

Padahal mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang akan membuat kita terhindar dari penyakit-penyakit berat, seperti diabetes, stroke dan penyakit jantung.

Nah, agar memiliki tubuh ramping namun tetap dapat makan enak, jangan menjadi orang yang berambisi menurunkan berat badan secara berlebihan.

Pasalnya, sering kali melakukan diet superketat, makan hanya sekali dalam sehari, atau hanya makan buah-buahan. Justru bukan lemak yang hilang, tapi tubuh lemas tak bertenaga. Nafsu makan yang terkekang pun "memberontak" dan progam diet yang dijalani gagal di tengah jalan.

Mengurangi makan tanpa berolahraga atau mengonsumsi obat penurun berat badan kadang bisa menurunkan berat badan kilogram, namun sering kali penurunan berat badan itu tidak berlanjut.

Sebelum Anda melakukan diet yang kurang tepat, maka sebaiknya ketahui terlebih dahulu dampak yang akan diterima tubuh bila Anda melakukan hal tersebut. Simak paparan berikut:

1. Kehilangan masa otot

Dengan tidak berolahraga maka anda tidak menjaga massa otot yang salah satu fungsinya adalah membakar kalori. Untuk menjaga massa otot anda disarankan melakukan latihan beban.

2. Kehilangan air karena kehilangan karbohidrat

Nutrisi ini adalah sumber energi utama tubuh. Karbohidrat yang berkaitan dengan air akan disimpan dalam otot dan hati dalam bentuk glikogen. Maka, jika anda mengurangi konsumsi karbohidrat akan mengurangi air dan glikogen di dalam tubuh.

3. Kehilangan air karena kehilangan garam.

Garam membuat tubuh menahan air. Ketika anda melakukan diet, misalnya hanya makan buah dan sayuran, menyebabkan secara tidak sadar konsumsi garam turut berkurang, mengakibatkan air yang tertahan dalam tubuh juga berkurang.

Ketika diet Anda tidak berhasil, lebih sering karena faktor fisiologis, bukan psikologis. Karena mengurangi karbohidrat dengan drastis membuat tubuh dalam kondisi fat defensive mode.

Berat badan mungkin berkurang, namun zat yang hilang adalah air dan karbohidrat. Seringkali, karena berat badan turun, Anda memberi hadiah sedikit makanan enak ( yang umumnya bergula). Saat inilah masalah diet Anda bermula.

Pada waktu makanan bergula masuk ke dalam tubuh, hormon serotonin di otak meningkat, dan tubuh merasa nyaman dengan keadaan tersebut. Otak lalu "memaksa" untuk terus menerus mengkonsumsi karbohidrat. Tanpa disadari, berat badan naik kembali dan bahkan lebih berat dari sebelumnya. Kondisi inilah yang dibilang diet yoyo.

Jadi, sebelum berat badan Anda turun naik seperti "yoyo" maka sebaiknya pahami dulu diet sehat yang ingin dijalani. (nsa)
by chaerunnissa-OZ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar